GAYA HIDUP

Rabu, 14 Februari 2018 | 02:40 WIB

Vivi Zubedi Boyong Sasirangan dan Pagatan di NYFW

Aris Danu
Vivi Zubedi Boyong Sasirangan dan Pagatan di NYFW
(Foto: inilahcom)
INILAH.COM, Jakarta-Desainer Vivi Zubedi membawa kain sasirangan dan pagatan, kain tradisional asal Kalimantan untuk pertama kalinya dipamerkan di New York Fashion Week The Show (NYFW), kota New York, pekan lalu.

Vivi membuat 34 koleksi Hijab Modest Wear Fashion lewat kain itu dan telah diperagakan oleh 24 model profesional di ajang tersebut.

Hadir sekitar 500 tamu undangan termasuk Miss Universe Demi-Leigh Nil Peters yang memenuhi gedung Industri di Downtown Manhattan. Para hadirin dibuat kagum oleh keindahan koleksi bertema Urang Banua, rancangan terbaru Vivi Zubedi.

"Saya berharap bisa mendapatkan buyer sehingga diharapkan nantinya bisa membantu perekonomian para pengrajin di Banua Borneo," kata Vivi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/2/2018).


Melalui koleksi terbarunya, Vivi bertekad untuk mempertahankan warisan budaya kain Kalimantan. Selain itu juga didorong oleh rasa prihatin Vivi terhadap kehidupan para perajin kain sasirangan dan tenun pagatan yang belum sejahtera.

"Jika keadaan ekonomi seperti itu terus berlangsung, saya khawatir kelak warisan budaya kita sedikit demi sedikit akan punah. Logikanya, untuk apa bertahan pada hal-hal yang tidak memberikan kesejahteraan hidup? Pasti akan berpalinglah dari sana, lalu menggeluti jalan lain yang memberikan mereka kesejahteraan," papar Vivi.

Seperti halnya kain tradisi lainnya di Tanah Air, kain pasirangan dan tenun pagatan juga memiliki keunikan tersendiri. Hanya saja, kain dari Kalimantan ini diakui Vivi memang belum banyak dikenal. Jangankan di mata internasional seperti halnya batik, di mata nasional saja masih banyak yang belum tahu kita memiliki kain khas yang bernama Sasirangan dan tenun Pagatan.

Melalui ajang NYFW, Vivi optimis akan mampu mengajak masyarakat untuk cinta dengan kain Borneo. Terlebih kain tersebut mampu membuat kagum masyarakat mancanegara.

"Jika mata dunia bisa menerima karya ini, kenapa mata nasional tidak bisa? Ini kan sebuah kebangaan untuk kita sebagai bangsa Indonesia," demikian Vivi Zubedi. [adc]
#ViviZubedi #Sasirangan #Pagatan
BERITA TERKAIT
Pengangkatan Kantong Rahim tak Pengaruhi Seksual
Berpuasa, Baik Kurangi Gula, Garam, dan Lemak
Kondisi Tubuh Seseorang Ketika Menjalankan Puasa
GarudaFood Berbagi 1.000 Paket Ramadaan Bahagia
Jaga Kesehatan di Bulan Suci Ramadan
(Dukung Kegiatan Sosial HDCI Jakarta Pusat) Marini Zumarnis, Ajarkan Anak Soal Empati
(Asia Young Designer Award (AYDA) 2018) Anak Muda Berkesempatan Bertemu Desainer Dunia

ke atas