OLAHRAGA

Rabu, 14 Februari 2018 | 11:24 WIB

Draf Pergub DKI Upaya Disorda Kerdilkan Peran KONI

Draf Pergub DKI Upaya Disorda Kerdilkan Peran KONI
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Sjahrial (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Draft rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Peningkatan Prestasi Olahraga yang disusun Dinas Olahraga (Disorda) DKI Jakarta menuai polemik karena dianggap mencerabut kewenangan KONI DKI Jakarta.

Dalam rancangan draf Pergub tertulis, Disorda bisa memanggil atau memberikan sanksi kepada cabang olahraga (cabor). Bahkan, Disorda meminta pengelolaan anggaran olahraga.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Sjahrial, mengatakan rancangan draf yang dibuat Disorda bisa berdampak buruk pada prestasi olahraga di ibukota. Karena, pengelolaan dan pembinaan olahraga berdasarkan undang-undang ada pada KONI.

Dia berharap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, perlu memperhatikan alokasi anggaran untuk pembinaan atlit di ibukota. Jangan berharap target maksimal dengan anggaran minim.

Sebaiknya diteliti dan dipelajari dengan cermat isi draf tersebut," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Sjahrial mengatakan jika draf tersebut diloloskan berpotensi menimbulkan kegaduhan, pasalnya pengelolaan dan pembinaan olahraga berdasarkan undang-undang ada pada KONI.

Yang jadi pertanyaan buat apa Disorda bikin rancangan draf soal peningkatan prestasi olahraga daerah. Kan sudah jelas prestasi olahraga yang kelola dan bertanggung jawab adalah KONI, Sjahrial menambahkan.

Sementara, pemerhati Jakarta, Sugiyanto, menyatakan rancangan draf yang diajukan Disorda sama saja 'membonsai' peran KONI DKI Jakarta. Dalam UU No 3 tahun 2005 tentang sistem Keolahragaan Nasional, jelaslah kalau olahraga dikelola KONI.

Mantan Tim Anies-Sandi ini menduga Disorda mengharap anggaran atlet.


Kalau draf ini sampai disahkan gubernur bisa gaduh se-Indonesia. Karena bisa menular ke daerah-daerah di Indonesia dan KONI bisa dibonsai," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sugiyanto menyindir Disorda yang belum maksimal dalam mengelola sarana olahraga seperti GOR di ibukota.

Lha, Disorda kelola GOR aja masih kacau apalagi mengelola atlet bisa rusak prestasi ibukota," sindirnya.

Apalagi dalam rancangan draf terang Sugiyanto, Disorda seperti mengambil tanggung jawab 100% soal olahraga dan KONI hanya sebagai pendamping atau pembantu.

Bisa kacau olahraga Jakarta. Saya harap gubernur tidak asal teken draf rancangan yang hanya ambisi semata pejabat Disorda," tambahnya.

Harusnya kata Sugiyanto, Disorda mendukung KONI DKI Jakarta yang diisi oleh orang-orang profesional dan para mantan atlet berprestasi.

"Yang paham pembinaan dan prestasi atlet itu ya KONI. Berikan kesempatan pada KONI," lanjut pria yang akrab disapa SGY ini.

SGY mengingatkan Disorda jangan terbuai dengan anggaran atlet. Karena, banyak kasus hukum seperti pengadaan alat fitnes di GOR yang dikelola Disorda.

Harus berkaca lah, kenapa GOR tidak maksimal dan dugaan kasus hukum yang sering melilit Diparda," dia memungkasi.
#KONIJakarta
BERITA TERKAIT
Ini Pesan Pelatih pada Skuad CLS Knights
Kontrak Baru Marquez Bagus untuk Persiapan Honda
Ucapan Selamat Nadal untuk Federer
(ABL 2018) Kalah dari Saigon Heat, CLS Merasa Dirugikan Wasit
(NBA All-Star 2018) Tim James Kalahkan Tim Curry di NBA All-Star 2018
Petra Kvitova Juara Qatar Terbuka 2018
(ASEAN Basketball League) CLS Knights Gagal Taklukkan Saigon Heat

ke atas