MOZAIK

Kamis, 15 Februari 2018 | 00:03 WIB

Belajar Menata Hati, Persembahkan Respons Terbaik

KH Ahmad Imam Mawardi
Belajar Menata Hati, Persembahkan Respons Terbaik
(Foto: ilustrasi)
"JANGAN sedih hanya karena satu nikmat dicabut darimu sementara masih puluhan bahkan lebih banyak lagi nikmat yang melekat pada dirimu. Jangan merasa menderita hanya karena dibenci satu, dua dan tiga orang sampai-sampai Anda melupakan puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang mencintai Anda. Jangan gusar karena adanya satu, dua atau tiga orang yang menjelekkan nama Anda, sementara ada jauh lebih banyak lagi jumlah orang yang menjaga nama baik Anda." Demikian kata guru saya di suatu malam sambil makan wajik dan dodol di depan langgar kecilnya.

Cukuplah renungkan satu potong ayat Allah Allah Maha Mengetahui, sementara kalian semua tidak mengetahui.


Yakinilah bahwa ada rahasia dan hikmah yang Allah sertakan dalam setiap peristiwa. Sungguh ayat ini cukup menenangkan karena mengantarkan kita pada kepasrahan akan aturan Allah.

Tugas kita adalah merespon setiap kejadian dengan respons terbaik. Respons terbaik (ahsanu 'amala) itulah yang akan mendapatkan nilai kebajikan besar di sisi Allah. Lebih dari itu, respons terbaik itulah yang menentukan nilai kita sebagai manusia. Semakin baik respon kita, semakin tinggi nilai yang di dapat. Rasulullah adalah teladan terbaik untuk kita tiru. Tak pernah sedih dan membuat sedih, tak pernah kecewa dan membuat kecewa.

Respons terbaik selalu memiliki harga yang akan didapat. Bisa jadi berupa harta, bisa jadi pula berupa kedudukan. Bisa jadi berupa pujian, bisa jadi pula berupa kisah kehidupan yang terus diceritakan turun temurun menjadi buah tutur terbaik (lisaan shidq fi al-akhiriin) seperti yang didapat oleh Nabi Ibrahim AS. Berikan respon terbaik dan jadilah yang terbaik. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Mengambil Pelajaran dari Cermin
Kesimpulan Keseluruhan Ilmu itu Apa?
Kuncinya ada pada Orang Kecil
Kampanye dan Dukungan Politik
Berbaik Sangka itu Penting
Ini Bukan Bahagia yang Sesungguhnya
Tak Akan Pernah Kulupakan Dirimu

ke atas