MOZAIK

Rabu, 14 Februari 2018 | 21:58 WIB

Surat Terbuka untuk Isteriku

KH Ahmad Imam Mawardi
Surat Terbuka untuk Isteriku
(Foto: ilustrasi)
SEBAGAI suami, saya bukanlah suami yang sempurna. Ada banyak salah dan ada banyak khilaf. Baik itu disengaja, terlebih yang tidak disengaja. Itulah kelemahan saya dalam hidup bersamamu. Namun, yakinlah bahwa doaku untuk kebaikanmu dan kebaikan kita senantiasa aku panjatkan.

Sebagai suami, saya bukanlah suami yang super baik. Ada banyak kekurangan yang saya miliki, bersama dengan ketakmampuan dan ketaktahuan saya dalam banyak hal. Termasuk di dalamnya adalah ketidakmampuanku membuatmu senantiasa tersenyum dan ketaktahuanku bagaimana caranya membuatmu senantiasa bahagia.


Sebagai suami, saya tidaklah tahu apakah saya tergolong suami yang sukses ataukah suami yang gagal. Tapi saya tahu persis bahwa saya adalah orang yang akan bahagia jika dirimu dan anak-anak kita bahagia. Saya yakin itu.

Hari ini, 25 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 14 Februari 1993, saya terima akad dengan lafadz kabul yang jelas. Semoga jalan hidup senantiasa jelas menuju arah yang jelas, arah menuju ridla Allah.

25 tahun bukan waktu yang sebentar. Terimakasih telah mendampingiku selama itu. Maafkan kesalahan saya dan kuucapkan SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN SILVER (25 TAHUN). Marilah berdoa bersama untuk masa depan yang lebih baik. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Ini Bukan Bahagia yang Sesungguhnya
Tak Akan Pernah Kulupakan Dirimu
Lelaki di Pojok Masjid & Pengeluh di Pojok Ruangan
Apakah Kita Senang dan Bahagia? Apa Bedanya?
Belajar Menata Hati, Persembahkan Respons Terbaik
Surat Terbuka untuk Isteriku
Minta Izin Bercerai, Bagaimana Saya Jawab?

ke atas