TEKNOLOGI

Kamis, 15 Februari 2018 | 06:06 WIB

Kendaraan Listrik Pangkas Biaya Perjalanan 40%

Kendaraan Listrik Pangkas Biaya Perjalanan 40%
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Kendaraan listrik otonom akan merevolusi mobilitas perkotaan dengan memangkas biaya perjalanan hingga 40 persen dan mengurangi emisi CO2 menjadi nol, demikian menurut laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF).

Berjudul Electric Vehicles for Smarter Cities: The Future of Energy and Mobility, laporan WEF itu mengatakan mobilitas otonom, digitalisasi dan desentralisasi sistem energi membutuhkan pendekatan baru soal kendaraan listrik.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa generasi pekerjaan baru yang dikombinasikan dengan peningkatan kualitas udara akan membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat dan bisa menghasilkan nilai kreasi hingga US$635 miliar pada 2030.

"Konvergensi mobilitas dan strategi energi dapat memperbesar manfaat ekonomi dan sosial dari mobilitas listrik di kota-kota, dan memastikan peningkatan kesinambungan, keandalan dan pilihan pelanggan," kata Roberto Bocca, kepala Energi dan Industri Dasar dan anggota komite eksekutif WEF sebagaimana dikutip Xinhua.

Laporan WEF mengutip contoh kota-kota dunia tempat kendaraan listrik digunakan dengan dukungan pemerintah dan mitra bisnis. Guangzhou, kota terbesar ketiga di China, berencana mempercepat elektrifikasi bus dan menargetkan bisa menjangkau 200.000 unit baru pada 2018 menurut laporan tersebut.


Pemerintah China juga mengumumkan akan mengembangkan peraturan nasional untuk menguji kendaraan swakemudi di jalan umum di kota-kota di Negeri Tirai Bambu itu.

Sementara itu, Pemerintah Hong Kong ikut mendorong pengembang untuk meningkatkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Itu mencakup solusi yang terintegrasi dengan sistem pembayaran cerdas, Octopus, yang digunakan untuk mengakses jaringan angkutan umum, menurut laporan WEF.

Di ibu kota Inggris, kantor transportasi London mengharuskan semua taksi meter hitam menggunakan mesin listrik yang bebas emisi dan kendaraan diesel tidak akan diizinkan beroperasi di London pada 2032.

Di pantai barat AS, Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) memutuskan untuk mengalihkan 260 armada patroli ke kendaraan listrik. Dengan cara menyewa daripada membeli kendaraan, LAPD dapat berinvestasi dalam stasiun pengisian daya, termasuk stasiun pengisian cepat di pusat kota.
BERITA TERKAIT
Galaksi Cosmic Seagull Miliki Materi Hitam
600 Apple Store Bakal Dibangun Pada 2023
GIIAS Makassar Auto Show 2018 Siap Dibuka Besok
Resmi Meluncur, Infinix Hot S3X Andalkan Kamera AI
MMKSI Resmikan Diler Pertama di Pangkal Pinang
Tim Honda Racing Dominasi Night Race di Sentul
(Dukung Jakarta SmartCity) Kota Tua Kini Diselimuti Jaringan 5G XL

ke atas