TEKNOLOGI

Sabtu, 17 Februari 2018 | 09:59 WIB

GAIKINDO Hentikan Keanggotaan Mercedes-Benz

GAIKINDO Hentikan Keanggotaan Mercedes-Benz
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) akhirnya menghentikan keanggotaan PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia.

Keputusan ini diambil, setelah pabrikan asal Jerman tersebut tidak memenuhi komitmen mereka kepada GAIKINDO dan Pemerintah untuk melaporkan data penjualan wholesales (pabrik ke diler) sejak Mei 2017.

Adapun surat resmi pemberhentian sudah dilayangkan GAIKINDO pada Kamis (15/2/2018).

Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara menjelaskan bahwa pengumpulan data penjualan anggotanya merupakan mandat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79 Tahun 2013. Semua anggota melakukannya, hanya Mercedes-Benz Indonesia yang menolak.

Untuk lebih meyakinkan, Kukuh mengatakan, pihaknya sudah pernah mengundang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menjelaskan dalam sesi rapat di hadapan para anggotanya bahwa pengumpulan data yang dilakukan GAIKINDO tidak melanggar hukum. Kegiatan pengumpulan data bukan lagi permintaan GAIKINDO, tetapi sudah diatur oleh Pemerintah.

Secara terpisah, Ketua I GAIKINDO Jongkie Sugiarto, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan hingga memfasilitasi Mercedes-Benz Indonesia agar memberikan laporan penjualan itu.

"Kami sudah memberikan kesempatan dan mengakomodir kesulitan mereka," katanya.

Jongkie mengatakan GAIKINDO mengakomodir kemauan Mercedes-Benz Indonesia agar laporan penjualan itu diunggah di laman resmi milik pemerintah, yaitu Kementerian Perindustrian, yang bertautan dengan data penjualan milik GAIKINDO.

Pekan lalu, Presiden & CEO Mercedes-Benz Distribution Indonesia Roelof Lamberts buka suara atas sikap perusahaan yang tidak menyerahkan data penjualan wholesales kepada GAIKINDO sejak Mei 2017.

Lamberts menjelaskan, sikap pihaknya tidak memberikan data penjualan merupakan perintah dari induk perusahaan, Daimler AG, di Jerman. Daimler menganggap data penjualan merupakan rahasia dan mereka juga tidak setuju data penjualan dipublikasi di situs resmi GAIKINDO yang bukan lembaga pemerintah.

Masalah itu sudah bisa diselesaikan, yakni dengan menghadirkan tautan antara situs resmi Kementerian Perindustrian dan GAIKINDO. Mercedes-Benz Indonesia sudah sempat setuju, tetapi sampai pekan lalu tidak ada respons.

Menurut Kukuh, tidak adil buat anggota yang lain bila hanya Mercedes-Benz Indonesia yang tidak memberikan data penjualan. Karena itu, keputusan harus dibuat.

#GAIKINDO #MercedesBenz #pecat #berhenti
BERITA TERKAIT
Wuling Almaz Kembali Pimpin Pasar Medium SUV
10 Mobil Terlaris Sepanjang Maret 2019
(Auto Shanghai 2019) Mercedes-Benz Kenalkan SUV Baru, Concept GLB
Penjualan Mobil Turun 13%, Toyota Masih Memimpin
VW Dorong Mitra Usaha Bangun Pabrik Baterai
Nissan Akan Pangkas 15% Produksi Global
Volvo Mulai Produksi XC40 di China

kembali ke atas