MOZAIK

Kamis, 01 Maret 2018 | 00:06 WIB

Hidup Sesuai Aturan, Bahagia Kini dan Nanti

KH Ahmad Imam Mawardi
Hidup Sesuai Aturan, Bahagia Kini dan Nanti
(Foto: ilustrasi)

SEMPAT terbaca sebuah catatan yang mendorong saya menuliskan tulisan ini. Catatan itu adalah sebagai berikut Saat manusia itu akan meninggal, otak kirinya bekerja selama 7 menit di mana akalnya memutar kembali seluruh ingatannya dan semua yang dilajukannya selama ini bagaikan sebuah mimpi.

Bisa kita bayangkan bagaimana sedihnya orang yang sepanjang hidupnya dipenuhi dengan pelanggaran-pelanggaran sementara dalam waktu tak lama lagi akan bertemu dengan Tuhannya yang akan meminta pertanggungjawabannya.

Bisa juga dibayangkan betapa bahagianya orang yang sepanjang hidupnya dipenuhi dengan ketaatan-ketaatan yang sebentar lagi akan diberikan pujian dan pahala besar oleh Tuhannya. Adalah pasti bahwa ketakutan hidup itu hanya dimiliki mereka yang menyimpan banyak kesalahan.

Ringankanlah saat kematian kita kelak dengan menabung kebaikan-kebaikan, apapun bentuknya. Kebaikan adalah segala sesuatu yang menjadikan Allah suka kepada kita. Sebenarnya, bukan hanya menjelang kematian saja yang akan ringan, hidup kinipun akan lebih ringan saat kita jalani hidup dengan benar dan baik.

Hiduplah dengan sederhana dan bersahaja. Tak usah memaksakan apa yang tak mampu dilakukan. Tak usah memaksa diri mewujudkan semua impian yang di luar kemampuan, karena pasti mendorong kita menghalalkan segala cara. Syukuri yang ada dan jalani sesuai aturan, maka hidup akan ringan dan bahagia.

Tersisa pertanyaan: "Siapa ya yang membuat catatan di atas tadi? Apakah dia pernah mati dan kemudian hidup kembali lalu bercerita detik-detik menjelang kematian? Ataukah ada dalil?" Bagaimanapun, ikuti aturan. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Dengan Siapa Bergaul Merasakan Manisnya Iman?
Kapal Titanik, Kapal Popay dan Kapalku Kini
Lambaian Tangan yang Tak Perlu Dilakukan
Kisah Terindah
Membunuh Waktu Mengais Hikmah dari Senior
Mengkritik Imam Al-Ghazali yang Tak Pernah Perang
Haruskah Kita Ikuti Kisah Sukses Orang Lain?

ke atas