DUNIA

Selasa, 27 Februari 2018 | 19:29 WIB

Perempuan Saudi Boleh Mendaftar Masuk Tentara

Perempuan Saudi Boleh Mendaftar Masuk Tentara
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Riyadh -- Arab Saudi pertama kalinya membuka pendaftaran bagi perempuan untuk masuk militer, yang menjadi isyarat terbaru dalam upaya reformasi sosial yang ditempuh belakangan ini.

Kaum perempuan Saudi mendapat waktu hingga Kamis (1/03) untuk mendaftar menjadi tentara di Provinsi Riyadh, Mekkah, al-Qassim, dan Medina.

Posisi yang terbuka tersebut tidak untuk yang terlibat dalam pertempuran, namun untuk divisi keamanan, demikian dilaporkan Editor BBC urusan Arab, Sebastian Usher, Selasa (27/2).

Daftar 12 persyaratan untuk mendaftar sebagai tentara antara lain menyebutkan mereka harus warga negara Arab Saudi, berusia 25 hingga 35 tahun, dan tamat sekolah menengah.

Disebutkan pula bahwa calon tidak boleh menikah dengan pria yang bukan orang Saudi.

Selain itu perempuan, dan wali prianya--baik itu suami, ayah, saudara pria, maupun putra--juga harus tinggal di provinsi yang sama dengan tempat kerjanya kelak.

Tugas mereka di divisi keamanan antara lain terlibat dalam penyelidikan pidana, penanganan kejahatan terkait narkoba, maupun menyangkut peraturan lalu lintas.

Langkah ini merupakan bagian dari proyek pembangunan ekonomi dan transformasi sosial yang ambisius dalam program yang disebut Vission 2030, yang dipimpin Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.

Laju transformasi sosial yang ditempuh- sebelumnya dengan perempuan yang boleh menonton sepak bola langsung di stadion dan dicabutnya larangan bagi perempuan untuk menyetir pada Juni tahun ini- mengejutkan banyak pihak di Arab Saudi maupun di dunia internasional.

Kaum muda Saudi umumnya menyambut upaya reformasi yang ditempuh Pangeran Mohammed bin Salman ini namun banyak juga pihak yang mengkritiknya karena dianggap membawa risiko baru. [bbc/lat]

#perempuan #saudi #tentara
BERITA TERKAIT
Ditemukan Masjid Berusia 1.200 Tahun di Israel
Mengenaskan, Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Studio Animasi Jepang Dibakar, 33 Orang Tewas
Trump Bertemu Tokoh Muslim Uighur dan Rohingya
RI Kecam Kota Oxford Beri Penghargaan ke Wenda
AS Cekal Panglima Militer Myanmar
Jemaah di New York Mengeluh Komentar Rasis Trump

kembali ke atas