EKONOMI

Sabtu, 03 Maret 2018 | 06:09 WIB

Biayai Perumahan, SMF Siap Jadi Fiscal Tools

Biayai Perumahan, SMF Siap Jadi Fiscal Tools
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) siap meningkatkan perannya sebagai alat fiskal (fiscal tools) pemerintah pada tahun ini.

"Terkait rencana kerja tahun ini, SMF akan fokus memperkuat peran sebagai fiscal tools pemerintah melalui penguatan bisnis perseroan. Hal ini akan dilakukan melalui peningkatan aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan, serta memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka panjang," kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Dalam upaya pengembangan bisnis, SMF akan merampungkan pendirian unit usaha syariah untuk mendukung pengembangan KPR Syariah di tanah air.

Saat ini, perseroan tengah menunggu dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penerbitan Efek Berangun Aset Syariah berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP).

Pada 9 Maret 2018, SMF bekerja sama dengan Bank BTN mengadakan kegiatan pencatatan EBA-SP kelas A senilai Rp1,82 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan trasaksi sekuritisasi sebesar Rp2 triliun.

Sebelumnya, pada 21 Februari, SMF telah menerbitkan obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap III Tahun 2018, senilai Rp2 triliun dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Kemudian, untuk mendukung pengembangan kapasitas penyaluran KPR oleh bank pembangunan daerah (BPD), SMF juga telah bekerj asama dengan Kementerian PUPR dan Asbanda telah mengumumkan dan menyerahkan Standar Prosedur Operasional (SPO) KPR BPD SMF, dan SPO Kredit Modal Kerja Konstruksi Perumahan SMF (KMK-KP SMF) kepada seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Sementara itu, untuk mendukung pengembangan penyaluran KPR IB, SMF bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Asbanda serta Dewan Syariah Nasional mngumumkan dan menyerahkan SPO KPR Syariah kepada Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah.

Penyerahan kedua SPO tersebut diikuti dengan penandatanganan komitmen bersama penerapan dan pengembangan oleh BPD/BUS. Selanjutnya SMF secara reguler melakukan pendampingan serta pelatihan peningkatan kapasitas penyaluran KPR baik secara kolektif maupun ekslusif kepada seluruh BPD. [tar]

#SMF #Perumahan
BERITA TERKAIT
BKP Kementan Jajaki Ekspor Beras Ke Malaysia
Jonan: Manfaatkan Potensi Energi Masa Depan
Potensi Gas Sakakemang Terbesar Ke-4 di Dunia
Dirjen PSP Panen Perdana Padi Gogo di Tanah Laut
Pemerintah Masih Hitung Ulang Tarif Tol Trans Jawa
Kelemahan Infrastruktur Jokowi, Hidupkan Bappenas
Jokowi Sebut Laba Pertamina Rp20 T, Bisikan Siapa?

ke atas