MOZAIK

Jumat, 09 Maret 2018 | 01:11 WIB

Niat Berhijrah

KH Abdullah Gymnastiar
Niat Berhijrah
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menatap, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang mendapat hidayah dan husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa [4] : 100)

Hijrah selain memiliki makna berpindah secara lahir, juga memiliki makna berpindah secara batin. Berpindah dari keadaan sebelumnya yang kurang baik, kepada keadaan selanjutnya yang lebih baik. Berpindah dari keadaan sebelumnya yang kurang sungguh-sungguh ibadah, kepada kesungguhan memperbaiki diri dan mendekati Allah Swt.

Akan tetapi, Rasulullah Saw dalam salah satu haditsnya menerangkan kepada kita bahwa tidak setiap orang berhijrah itu dengan niat lillaahi taala, ada juga orang yang berhijrah dengan niat mengharapkan sesuatu selain Allah. Ada yang karena ingin mendapat penilaian dan kekaguman makhluk, ada yang karena ingin mendapat keuntungan materi, ada yang karena wanita, dan lain sebagainya. Sedangkan apa yang diniatkan, sebatas itulah yang akan didapatkan.

Misalnya, ketika seorang wanita memutuskan untuk berhijrah dari tidak berhijab menjadi berhijab, maka periksalah ke dalam hati apakah yang mendorong keputusannya itu. Apakah benar-benar mengharap ridho Allah, ataukah demi polularitas, demi pengakuan makhluk, demi keuntungan materi atau demi alasan-alasan duniawi lainnya?!

Jika kita membaca sejarah, maka kita akan menemukan bahwa ada orang yang menyatakan dirinya hijrah dari kekafiran kepada Islam, namun rupanya bukan karena Allah, melainkan justru untuk mencari-cari kelemahan Islam dan kaum muslimin. Maasyaa Allah!

Saudaraku, kita harus semakin baik dari hari ke hari. Berpindah dari keadaan sebelumnya yang tidak baik kepada keadaan yang lebih baik adalah keharusan seorang muslim. Namun, rajin-rajinlah untuk selalu memeriksa hati dan meluruskan niat agar setiap ikhtiar kita memperbaiki diri adalah benar-benar karena Allah Swt. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Bentuk Balasan dari Dosa
Pesan Perdamaian untuk para Politikus
Setiap Perbuatan Pasti ada Balasannya
Inginkan yang Pasti ada Takdirnya
Niatkan Sholat Jumat di Shaf Paling Depan
Harus Ingat kepada Allah
Amalan Penunjuk Kualitas Ketauhidan

ke atas