PASAR MODAL

Kamis, 08 Maret 2018 | 13:37 WIB
Highlight

China Bisa Siapkan Trik Perang Dagang Dengan AS

Wahid Ma'ruf
China Bisa Siapkan Trik Perang Dagang Dengan AS
(Foto: istimewa)
1


INILAHCOM, Beijing - Menteri luar negeri China, Wang Yi mengatakan China akan memberikan tanggapan yang diperlukan dalam hal terjadi perang dagang dengan Amerika Serikat.

Namun menambahkan bahwa perang semacam itu hanya akan merugikan semua pihak.Berbicara di sela-sela pertemuan tahunan parlemen China, Wang mengatakan bahwa China tidak berniat menggusur Amerika Serikat. Sebenarnya kedua negara tidak harus menjadi saingan namun harus berusaha menjadi mitra kerja.

Presiden AS, Donald Trump diperkirakan akan menetapkan tarif sebesar 25 persen untuk baja impor dan 10 persen pada aluminium impor minggu ini, namun Gedung Putih mengatakan akan ada pengecualian 30 hari untuk Meksiko dan Kanada dan beberapa negara lain berdasarkan keamanan nasional. .

Langkah tersebut bertujuan untuk melawan impor murah, terutama dari China, yang menurut Trump melemahkan industri dan pekerjaan AS.

Wang menjelaskan sejarah telah menunjukkan perang dagang bukanlah cara yang benar untuk menyelesaikan masalah. "Terutama mengingat globalisasi hari ini, memilih perang dagang adalah resep yang salah. Hasilnya hanya akan berbahaya," kata Wang.

"China harus membuat respon yang benar dan perlu," katanya, Kamis (8/3/2018) seperti mengutip cnbc.com.

Wang mengatakan China memiliki jalan yang panjang untuk mencapai jalur modernisasi. Namun tidak akan dan tidak perlu menggantikan Amerika Serikat.

Trump membahas perdagangan dengan China di tweets pada hari Rabu (7/3/2018). Dia menuntut agar rencana tersebut merumuskan rencana untuk mengurangi surplus perdagangannya dengan Amerika Serikat sebesar US$1 miliar. Rencana ini tampaknya telah diangkat dalam sebuah pertemuan dengan seorang pejabat tinggi China pekan lalu.

"China telah diminta untuk mengembangkan sebuah rencana untuk tahun pengurangan satu miliar dolar dalam Defisit Perdagangan besar-besaran mereka dengan Amerika Serikat," Trump dalam cuitannya, tanpa mengatakan dari mana pesan tersebut disampaikan.


China mencatatkan surplus perdagangan barang dengan Amerika Serikat tahun lalu sebesar US$375,2 miliar.


Mekanisme Beku

Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah meningkat sejak Trump mulai beroperasi pada 2017. Meskipun China hanya menyumbang sebagian kecil impor baja AS. Ekspansi industri masif telah membantu menghasilkan kelebihan pasokan di pasar baja global sehingga telah menurunkan harga.

Trump juga mempertimbangkan sanksi perdagangan potensial terhadap China. Hal ini berdasarkan penyelidikan "Bagian 301" mengenai praktik kekayaan intelektual dan tekanan transfer teknologi pada perusahaan asing untuk Indonesia.

Sumber bisnis dan diplomatik AS mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki semua kecuali membekukan mekanisme formal untuk perundingan mengenai perselisihan komersial dengan China. Apalagi karena tidak puas telah memenuhi persyaratannya.

Perdagangan terbaru China yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa ekspor Februari naik 44,5 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini mengalahkan ekspektasi pasar. Sementara impor tumbuh 6,3 persen.

Itu meninggalkannya dengan surplus perdagangan sebesar US$33,74 miliar untuk bulan tersebut.

Kinerja perdagangan China rebound pada 2017 dan mencatat awal yang kuat tahun ini berkat permintaan yang kuat di dalam dan luar negeri.

Namun, ketegangan perdagangan yang meningkat dengan cepat dengan Amerika Serikat mengaburkan prospek ekspor, sementara pasar properti yang mendingin dapat membatasi permintaan domestik untuk bahan baku impor seperti bijih besi.
#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Fed Masih Bisa Naikkan Suku Bunga Lagi
Inilah Pemicu Sidang OPEC Bakal Ruwet
Ternyata, Suku Bunga AS dan US$ tak Kompak
Kenaikan Bunga Fed Gagal Topang Dolar AS
Bursa Saham Spanyol Berakhir di Zona Merah
Bursa Saham London Berakhir Melandai
Saham Lufthansa Pimpin Kenaikan Bursa Jerman

ke atas