EKONOMI

Kamis, 08 Maret 2018 | 20:00 WIB

BBC Diputus Pailit, Investor MTN Merasa Tertipu

BBC Diputus Pailit, Investor MTN Merasa Tertipu
Tim Kurator Kasus kepailitan PT Berkat Bumi Citra Alamo D. Laiman menjelaskan hasil penelusuran aset debitor kepada Hakim Pengawas dan sejumlah investor BBC disela rapat kreditor di Pengadilan Niaga, Jakarta, Kamis (8/3). Berdasarkan penelusuran kurator, (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
INILAHCOM, Jakarta - Perkara kepailitan PT Berkat Bumi Citra (BBC) ternyata berbuntut panjang, dan mengarah ke tindak pidana penipuan. Waduh makin runyam.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang dipimpin Hakim Pengawas, John Tony Hutauruk didampingi panitera Ahmad Dindin Junaedi, bersama dua kurator, para kreditur terlihat kesal. "Ini sudah tindakan (pidana) penipuan, saya ingin uang saya kembali," ujar salah kreditur di dalam ruangan sidang, Kamis (8/3/2018).

Lantaran belum jelasnya kapan pengembalian dana nasabah, sempat membuat kacau suasana sidang. Beberapa kreditur dari luar daerah yang membawa koper besar, nampak stres.

Kuasa hukum para kreditur, Riza Irwansyah dari Infinitum Law Office, mengaku prihatin dengan kondisi para kliennya. "Nanti kita cari rumah bu Betty, Lim Victory Halim, agar segera membayar hutang mereka kepada kreditur," ujar Riza kepada wartawan di lokasi, usai sidang di ruang verifikasi niaga PN Jakarta Pusat.

Dijelaskannya, investasi Millenium Danatama Group lewat anak usahanya BBC, gagal membayar tagihan kepada 963 pembeli Medium Term Notes (MTN) dengan total Rp1,72 triliun. Saat ini, BBC sudah dinyatakan pailit oleh PN Jakarta Pusat.

Selanjutnya, para pembeli MTN yang dikeluarkan perusahaan yang didirikan Tahir Ferdian itu, dijanjikan bawa dananya akan diinvestasikan kepada pengembangan lahan industrial estate di kawasan Milenium Industrial, Tangerang. Pengembangnya adalah PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP).


Namun janji tinggal janji dan ribuan nasabah tertipu, walaupun awal mulanya BBC mengajukan proposal perdamaian dengan menjanjikan akan memulai pembayaran tahap pertama pada 28 Maret 2017.

Lagi-lagi, BCC gagal memenuhi janjinya sehingga dimohonkan pailit. Hingga permohonan pailit diajukan pada 29 Mei 2017 pembayaran juga belum dipenuhi BBC.

Ketika ditetapkan pailit, tagihan kreditur PT Berkat Bumi Citra merosot tajam dari semula Rp1,08 triliun (saat PKPU) menjadi hanya Rp208 miliar (saat pailit). Dan, menunggu proses pemberesan harta pailit oleh kurator di mana Riza yang mewakili kreditur konkuren menyebutkan bahwa total kerugian yang diderita kliennya adalah miliaran rupiah.

Kurator menyebutkan untuk kasus pailit BBC di Polda Jatim sudah ada 3 laporan. "Kita inginnya selalu update, dan terus kita kejar. Ada aset tanah Rp33 miliar, tapi sampai sekarang saya belum lihat PPJB, dan di enam rekening hanya tersisa Rp108 juta. Saya juga sudah coba cari aset kendaraan atau aset bergerak lainnya di Samsat tapi nihil dan rekening (BBC) sudah kempes dari 2015-2016," papar kurator.

Sebelumnya, Hakim Pengawas John Tony Hutauruk sudah meminta kurator agar segera membereskan tanggung jawab debitur kepada kreditur, yang sudah lelah menunggu."Kurator agar segera melakukan pemberesan, jangan sampai berlarut-larut," ujar John Tony. [ipe]

#Pailit #InvestasiBodong
BERITA TERKAIT
(Buntut Hotel Aston Bali) Duh, Banyak Perusahaan Dipailitkan Kurator
Hari Anak Nasional, Pertamina Bagikan 500 Helm
Soal Pekerja Asing, WHW-AR Mendapat Apresiasi
Dorong Bisnis Kopi, Indonesia Perlu Tiru Vietnam
Rangkul Saudara Tua, Kemenperin Majukan IKM Daerah
(Dorong Pariwisata) Penerbangan Murah Ngumpul di Terminal 2 Soetta
Awas Daging Celeng Sumatera Beredar di Pasaran

ke atas