PASAR MODAL

Senin, 12 Maret 2018 | 00:17 WIB

Tiphone Catat Laba 2017 Jadi Rp418,16 M

Wahid Ma'ruf
Tiphone Catat Laba 2017 Jadi Rp418,16 M
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) mencatat penurunan laba bersih per 31 Desember 2017 menjadi Rp418,16 miliar dari Rp468,87 miliar pada periode yang sama 2016.

Perseroan mencatat kenaikan tipis pendapatan neto menjadi Rp27,9 triliun dari Rp27,3 triliun. Untuk beban pokok pendapatan menjadi Rp26,3 triliun dari Rp25,7 triliun. Jadi laba bruto menjadi Rp1,54 triliun dari Rp1,58 triliun.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu. Untuk laba usaha menjadi Rp1,03 triliun dari Rp1,01 triliun.

Laba sebelum pajak menjadi Rp561,245 miliar dari Rp634,44 miliar. Beban pajak Rp143,09 miliar dari Rp165,57 miliar. Jadi pendapatan bersih Rp418,16 miliar dari Rp468,87 miliar.


Total aset perseroan menjadi Rp8,7 trili9un dari Rp8,2 triliun. Sementara total liabilitas menjadi Rp5,2 triliun dari Rp5,01 triliun.

TELE adalah emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan perangkat telekomunikasi, yaitu telepon seluler (bekerja sama dengan Samsung, LG, Huawei dan BlackBerry) beserta suku cadang, aksesoris, pulsa (distribusi kartu perdana dan voucher pra bayar operator PT Telkomsel), dan jasa perbaikan (reparasi). Diakhir 2016, Tiphone memiliki 200 cabang, 400 outlet, 96 service center, dan 250,000 reseller aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Tiphone Mobile Indonesia Tbk adalah PT Upaya Cipta Sejahtera (37,32%) (pengendali), PT PINS Indonesia (24,00%) dan PT Esa Utama Inti Persada (13,68%).

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3/2018), saham TELE berakhir di Rp870 per saham dari pembukaan di Rp890 per saham. Atau sebagai harga terendah dalam setahun terakhir. Sedangkan harga tertinggi saham TELE di Rp1.280 per saham pada penutupan 4 Juli 2017.
#TELE #TiphoneMobileIndonesia #Kinerja2017
BERITA TERKAIT
Maaf, PT Mas Murni Indonesia Tanpa Bagi Dividen
Inilah Cara Wall Street Coba Keluar dari Tekanan
Pan Brothers Bagi Dividen 4 Juli
(Lebaran 2018) BNI Perkirakan Transaksi Nontunai Muncak 30%
Fed Masih Bisa Naikkan Suku Bunga Lagi
Hingga Mei, BBRI Jayapura Gelontorkan KUR Rp530 M
Inilah Pemicu Sidang OPEC Bakal Ruwet

ke atas