MOZAIK

Selasa, 13 Maret 2018 | 15:00 WIB

Awas! Kehilangan Nikmat Halal pada Istri Sendiri

Awas! Kehilangan Nikmat Halal pada Istri Sendiri
(Foto: Ilustrasi)
MAKA istri yang cerdas, akan tahu bahwa kita berada di zaman fitnah. Dengan artian, wanita akan selalu dan terus menerus berusaha untuk mendapatkan hati suami, dan keridaannya, dan pandangan matanya. Mata ini bisa menjadi musibah. Ahli sejarah pernah menyebutkan, "Ada seseorang yang sedang thawaf di Kakbah. Dan dia thawaf di Kakbah. Sedangkan ada seorang wanita baduwi. Dan sebagaimana yang dikatakan oleh orang Arab: "Barang siapa yang belum menikahi wanita baduwi, maka dia belum merasakan nikmatnya menikah." Kamu tahu? Tentunya perkataan ini sering dinukil oleh orang-orang Arab.

Ada yang mengatakan: "Barang siapa yang belum menikah dengan wanita dari Baghdad." Dan yang lainnya berkata: "Barang siapa yang belum menikahi wanita Damaskus." Asalnya kalimat ini adalah, "Barang siapa yang belum menikahi wanita asal Baduwi, maka dia belum merasakan nikmatnya menikah." Yang penting orang ini berthawaf di Kakbah dan ada wanita Baduwi yang terlihat lehernya. Maka dia melihat wanita itu. Maka wanita tadi berkata: "Wahai kamu, tundukkan pandanganmu dari apa yang Allah haramkan. Agar engkau merasakan kenikmatan apa yang Allah halalkan."

Maka mata suami. Terkadang suami berpaling dari istrinya, mata suami adalah sebab utamanya. Itulah sebab utamanya. Maksudnya, ketika dia pergi ke pasar, dia melihat banyak fitnah. Dia duduk di rumahnya, dia menghidupkan tv, menonton film, sinetron, drama, dan sekarang suami menonton sinetron Turki. Maka dia mulai membandingkan dengan istrinya: Hasbiallah wani'mal wakiil. Dia mulai membandingkan dengan istrinya. Dan aku masih muda, jadi aku mendengar keluhan para pemuda.

Maka intinya, maka mata ini adalah sebab paling utama seorang suami berpaling dari istrinya. Maka seorang istri akan selalu berusaha. Dia mengatakan: "Aku akan selalu berhias untuk suamiku. Ya syaikh, saya berusaha untuk seperti ini. Akan tetapi suami seperti ini. Maka suami yang harus menolong dirinya. Engkau tidak akan merasakan nikmat yang halal sampai engkau menundukkan pandangan dari yang haram. Dengan artian lain. Bahwa wanita itu banyak. Wanita itu banyak. Dan wanita itu semuanya mirip. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ath Thanthawi rahimahullah. Untuk seluruh suami Ath Thanthawi berkata: "Wanita itu seperti lautan, setiap kali engkau meminumnya maka engkau akan bertambah haus. Setiap kali engkau minum, maka akan bertambah haus."


Sampai Ibnul Jauzi, aku tidak hapal apa yang dikatakannya. Seandainya seorang lelaki menikahi seluruh wanita Baghdad. Semua wanita Baghdad dia nikahi. Kemudian ada wanita Damaskus masuk ke Baghdad, maka dia akan mengatakan: Wanita ini memiliki apa yang tidak dimiliki wanita Baghdad. Lelaki pada tabiatnya adalah tamak. Ketamakan ini akan bertambah jika dia melepaskan pandangan matanya. Mustahil ketamakannya berhenti selama matanya masih kesana kesini dan kemana-mana.

Dan wanita berkata: "Wahai syaikh, aku selalu berusaha untuk mendapatkan hati suamiku. Segala sesuatu aku lakukan, Akan tetapi bagaimana agar suami tidak melihat keluar-luar. Maka kita membahas suami. Kita katakan untuk suami. Terkadang orang, jika dia tidak menolong dirinya sendiri, maka tidak akan ada yang menolongnya. Telah diketahui, jika dia tidak memperhatikan dirinya, maka orang lain tidak akan memperhatikannya. Jika kamu membuka pandangan matamu, untuk ini dan itu. Dan engkau melihat kesana sini. Maka engkau akan kehilangan nikmatnya halal bersama istrimu.

Dan engkau malah berusaha untuk yang haram. Engkau akan berusaha untuk yang haram. Atau yang tidak haram, apapun itu. Maka intinya, maka engkau harus menolong dirimu untuk menanam di hatimu rasa cinta untuk istri dengan menundukkan pandangan mata. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadis qudsi walau sandanya diperbincangkan. Allah berfirman: "Pandangan mata adalah anak panah beracun dari anak panahnya setan. Maka barang siapa yang meninggalkannya karena takut kepada-Ku, maka aku akan gantikan dengan manisnya iman." (HR Hakim No.7875)

Dia merasakan manisnya iman di hati dan lisannya. Maka ketika engkau menundukkan pandangan mata, maka engkau telah membantu istrimu lebih dari 50% agar engkau mengatakan "Sesungguhnya Allah memberikan aku rezeki untuk mencintainya." (HR Muslim No.2435). Jika engkau menundukkan pandangan, maka engkau telah membantu istrimu. [Syaikh Wasim Yusuf]
BERITA TERKAIT
Lima Tips Mengendalikan Emosi
Ini Alasan Mengapa Uang Cepat Sekali Habis?
Dahulukan Doa
Bersiul dan Tepuk Tangan Kebiasaan Orang Musyrikin
Tasbih Bagi Lelaki, Tepukan Tangan Bagi Perempuan
Hilang Kehormatan dan Bertobat, Maukah Menikahi?
Satu Sayap Jibril dan Hancurnya Kampung Nabi Luth

ke atas