PASAR MODAL

Senin, 12 Maret 2018 | 16:35 WIB
(Februari 2018)

Kelolaan Reksa Dana Naik Jadi Rp492,92 Triliun

Kelolaan Reksa Dana Naik Jadi Rp492,92 Triliun
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan jasa penyedia informasi dan riset, PT Infovesta Utama mencatat dana kelolaan reksa dana (asset under management/AUM) pada Februari 2018 mengalami kenaikan menjadi Rp492,92 triliun dibandingka sebelumnya Rp476,99 triliun.

"Selama bulan Februari dana kelolaan reksa dana berhasil tumbuh 3,34 persen," papar analis Infovesta Utama, Viliawati di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Pada periode itu, ia memaparkan, mayoritas jenis reksa dana mencatatkan kenaikan dana kelolaan. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh reksa dana pasar uang yang meningkat 10,05 persen. Namun, kontribusi kenaikan dana kelolaan terbesar masih disumbang oleh jenis reksa dana saham yang naik Rp11,25 triliun selama Februari 2018.

"Namun, dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap dan campuran justru mengalami penurunan akibat kinerjanya yang terkoreksi tipis serta berkurangnya unit penyertaan pada kedua jenis reksa dana tersebut," jelasnya.

Sementara untuk kinerja reksa dana dalam sepekan atau periode 2-9 Maret 2018, ia mengemukakan, mayoritas indeks reksa dana kembali mengalami penurunan. Indeks reksa dana saham mengalami tekanan terdalam lebih dari 2 persen disusul oleh indeks reksa dana campuran dan pendapatan tetap.

"Satu-satunya indeks reksa dana yang berhasil membukukan kinerja positif adalah indeks reksa dana pasar uang," katanya.

Ia menyampaikan terkoreksinya ketiga indeks reksa dana itu sejalan dengan kinerja aset dasar (underlying asset) produk reksa dana yang juga melemah pada periode itu, khususnya pasar saham dan obligasi pemerintah. [tar]
#ResaDana #Viliawati #Infovesta
BERITA TERKAIT
Target Ekspor SMGR 2018 Tembus Rp4,44 Triliun
Backlog Masih Tinggi, BBTN Besarkan KPR di Jatim
Menakar Peruntungan IHSG di Tahun Politik
IHSG Berakhir Untung 61,8 Poin di 5.873
Rupiah Masih Bakal Bergerak Liar dan Sulit Menguat
(Pasar Saham Loyo) Investor Lokal Tetap Serap IPO hingga Rp300 M
Calon Emiten Kecil Diklaim Kuat Hadapi Gejolak

ke atas