NASIONAL

Senin, 12 Maret 2018 | 18:52 WIB
(Pilkada Serentak 2018)

Wiranto Minta KPK Tunda Pengumuman Tersangka

Wiranto Minta KPK Tunda Pengumuman Tersangka
Menkopolhukam Wiranto (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda pengumuman tersangka kasus korupsi yang menyeret calon kepala daerah di Pilkada 2018.

Wiranto menjelaskan, tujuan pemerintah meminta agar hal tersebut ditunda dimaksudkan agar tahapan Pilkada Serentak serta pencalonan kandidat tersebut tidak terganggu lantaran proses hukum yang harus dipenuhi.

"Ditunda dahulu lah penyelidikan, penyidikan dan pengajuannya sebagai saksi dan sebagai tersangka. Risiko dengan dia dipanggil sebagai saksi atau tersangka itu akan bolak-balik KPK," kata Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Ia menambahkan, jika calon kepala daerah diketahui publik sering bolak-balik KPK dapat mempengaruhi elektabilitasnya. "Itu pasti akan berpengaruh terhadap pencalonannya," ucapnya.

Disamping itu, penetapan calon kepala daerah sebagai tersangka oleh KPK dinilai mampu berpengaruh secara politik.

Pasalnya, sosok calon kepala daerah merupakan publik figur yang menjadi sorotan masyarakat. Jika calon kepala daerah yang menjadi jagoan publik ditetapkan tersangka, maka berpotensi merugikan banyak pihak.

"Kalau sudah dinyatakan sebagai paslon, itu berarti bukan pribadi lagi. Melainkan milik para pemilih, milik partai- partai yang mendukungnya, milik orang banya. Tidak berlebihan permintaan dari penyelenggara pemilu, yaitu tunda dahulu. Nanti, setelah (Pilkada 2018) itu silakan dilanjutkan (proses hukumnya)," tandasnya. [tar]
#PilkadaSerentak2018 #Kpk
BERITA TERKAIT
KPK Cecar Utut Aliran Dana ke Bupati Purbalingga
Habis Pilgub Jatim, Terbitlah Pilbup Sidoarjo
Novanto Minta Dikonfrontir dengan Andi dan Nazar
Kasus E-KTP,KPK Terima Uang Pengganti dari Novanto
(Jadi Saksi Kasus Bupati Lampung Selatan) Zulhas Tegaskan Tak Campuri Urusan Rakernas
Ketua MPR Zulkifli Hasan Datangi KPK
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Utut Adianto

ke atas