MOZAIK

Rabu, 14 Maret 2018 | 03:31 WIB

Surat Sang Presiden kepada Sang Gubernur

KH Ahmad Imam Mawardi
Surat Sang Presiden kepada Sang Gubernur
(Foto: ilustrasi)
ZAMAN dulu, zaman para sahabat Nabi, tak ada pesawat telpon, apalagi handphone yang menyediakan layanan media sosial yang dikenal dengan telepon pintar atau smartphone. Meski demikian, perintah dan pantauan atasan kepada bawahan di lembaga keperintahan terus berjalan dengan gayanya yang klasik. Menulis dan mengirimkan surat adalah salah satu caranya.

Tulisan ini akan berkisah potongan kecil dari sejarah kepemimpinan Umar bin Khattab saat menjabat sebagai khalifah, presiden. Beliau pernah berkirim surat kepada Amr bin 'Ash, salah seorang gubernurnya. Suratnya singkat namun sungguh mengalahkan pidato panjang, apalagi yang tak jelas subyek predikatnya.


Inilah isi surat beliau: "Ku dengar kabar bahwa engkau duduk bersandar di sebuah majelis hukum. Duduklah dengan tawadlu', rendah diri, tidak sombong. Kalau tidak, maka aku akan memecatmu."

Pejabat yang baik adalah pejabat yang ramah kepada semua rakyatnya. Wakil rakyat dan pemimpin rakyat yang bagus adalah yang mengayomi rakyat, bukan yang memanfaatkan rakyat. Petinggi yang hebat adalah yang tak meninggikan diri sendiri sembari memandang rendah masyarakat.

Andai semua pemangku jabatan dari presiden sampai RT memiliki karakter seperti yang dimaui Umar bin Khattab, maka tersenyum bahagialah rakyat, aman sejahteralah masyarakat. Sulitkah untuk menjadi tawadlu' atau rendah hati? Ke depan, pilihlah pemimpin yang beriman dan tak sombong. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Serba-serbi Haji (4): Pusing Cari Kotak Amal
Serba-serbi Haji (3): Fanatik Butuh Alasan Ilmiah
Serba-serbi Haji (2): Pentingnya Pengetahuan Haji
Serba-serbi Haji (1): Keluguan Orang Tradisional
Alhamdulillah, Terimakasih, Hari Ini Hari Indah
Cinta Allah dan Istighfar Kita
Hubungan Anak & Orang Tua tak akan Terhapus Zaman

ke atas