NASIONAL

Selasa, 13 Maret 2018 | 09:36 WIB

Polri Ingin Evaluasi Menyeluruh Soal Tanjakan Emen

Muhammad Yusuf Agam
Polri Ingin Evaluasi Menyeluruh Soal Tanjakan Emen
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Polri mendorong seluruh stakeholder mengevaluasi penyebab Tanjakan Emen yang rawan kecelakaan pasca tergulingnya minibus ELF, Senin (12/3). Aspek keamanan harus menjadi nomer satu dalam segala hal.

"Ketika ini terjadi terus, tentunya akan menjadi evaluasi yang kesekian kalinya. Tapi Polri mendorong semua stakeholder harus melakukan pembenahan yang serius tentang hal ini. Ini wakeup call bagi semua stakeholder, terutama polisi, agar tidak terjadi kecelakaan-kecelakaan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Iqbal menjelaskan setiap kecelakaan pasti dipicu suatu pelanggaran. Misalnya, lanjut dia, kecepatan melebihi batas maksimal, jumlah muatan melebihi kapasitas, kendaraan tak laik jalan, pengemudi tak berhati-hati, hingga kondisi jalan tak aman untuk dilintasi.

"Kita ada traffic booth di semua kabupaten, provinsi, ada. Itu wadah daripada seluruh instansi terkait di bidang lalu lintas. Mereka melakukan analisa itu seminggu sekali bahkan. Itu untuk meminimalisir hal-hal demikian," kata Iqbal.

"Tetapi untuk kejadian berulang kali, Polri mendorong agar serius," imbuh Iqbal.

Iqbal menyampaikan Mabes Polri akan terjun langsung untuk membackup Polda Jawa Barat dalam mengusut penyebab kecelakaan tersebut.


"Kalau misalnya di sana tikungan, tanjakan itu sebenarnya harus ada penerangan. Kalau tikungan terlalu tajam ya dibenahi. Itu domainnya PU dan Kemenhub. Ya Polri mendorong itu," terang Iqbal.

Terakhir, lanjut Iqbal, kepolisian akan memberikan analisis penyebab kecelakaan Tanjakan Emen kepada Kementerian Perhubungan serta Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

"Iya kita berikan masukan. Makanya traffic booth itu, kalau misalnya ada kecelakaan, mereka itu harus kumpul. Di situlah mereka memberikan masukan. Misalnya, contoh, Tanjakan Emen itu terlalu terjal, terlalu licin, penerangan, langsung dinas-dinas terkait mengeksekusi itu," ujar Iqbal.

"Ini Polri mendorong apabila ada kecelakaan dan lain-lain di satu titik, kami dorong agar semua stakeholder jangan budget oriented, nanti kecelakaan lagi. Harus safety oriented," tutup dia.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa menyoroti jalur tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat yang disebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Royke mengatakan jalur tersebut memang sudah tidak aman untuk dilalui kendaraan.

"Kalau saya liat secara kasat mata itu (tanjakan Emen) memang sudah engga aman tapi bagaimana ya itu jalur utama juga dari Bandung, Lembang, Subang merupakan jalur pendekat, ujar Royke di rest area tol Cipali, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). [rok]
#Polri
BERITA TERKAIT
Pj Gubernur, Iwan Bule Masih Anggota Polri Aktif
Polri Bantah Jabatan Iwan Bule Pesanan Istana
Polri: Jangan Berpolemik Soal Iwan Bule
Polri: Wakapolda Maluku Dimutasi, Bukan Dicopot
Wakapolda Maluku Dicopot, Diduga Dukung Cagub
SP3 Rizieq, Wakapolri Yakin Penyidik Profesional
Polri Tegaskan Tak Ada Unsur Politis di SP3 Rizieq

ke atas