TEKNOLOGI

Selasa, 13 Maret 2018 | 21:21 WIB

'Huawei Dilarang Masuk AS Karena Maju & Inovatif'

'Huawei Dilarang Masuk AS Karena Maju & Inovatif'
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Beijing - AS telah menyusun Rancangan Undang-Undang untuk melarang semua produk ponsel buatan Huawei dan ZTE masuk ke pasar negara tersebut.

Para pejabat di AS mengatakan bahwa 'kedekatan Huawei dan ZTE dengan pemerintah China' membuka peluang adanya 'pemantauan terhadap aktivitas warga AS melalui pIranti atau layanan dari Huawei atau ZTE, yang berujung dengan risiko ancaman terhadap keamanan nasional'.

Bagi para pejabat di Washington menggunakan ponsel Huawei 'sama dengan membuka pintu bagi China untuk mematai-mata warga AS'.

Namun, dalam wawancara dengan BBC, CEO Huawei Technologies Richard Yu, menganggap bukan itu yang menjadi alasan utama mengapa AS melarang produk dan layanan telekomunikasi mereka.

"Para politisi di AS tidak ingin kami masuk ke sana karena kami terlalu kompetitif. Teknologi kami sangat maju dan kami sangat inovatif. Ini semua membuat mereka khawatir," katanya.

"Kami terlalu kuat bagi perusahaan-perusahaan teknologi AS," imbuh Yu.

Dia juga menepis anggapan bahwa perusahaanya dekat dengan pemerintah di Beijing.

"Itulah yang didengung-dengungkan oleh para politisi AS. Tapi kami adalah perusahaan independen. Hal tersebut dikatakan supaya kami tak bisa masuk ke pasar AS," ujar Yu.

Dia mengatakan, Huawei akan menjadi perusahaan pembuat smartphone terbesar secara global baik dengan masuk ke pasar AS maupun tidak.

"Masuk atau tidak ke pasar AS, kami akan menjadi nomor satu... dari tahun ke tahun kami mencatat pertumbuhan yang sangat mengesankan," ucap Yu.

Menurut data perusahaan analisis pasar Counterpoint Research, Huawei sekarang menjadi perusahaan pembuat smartphone terbesar kedua secara global di bawah Samsung, mengambil alih posisi yang sebelumnya ditempati oleh perusahaan teknologi raksasa AS, Apple.

Huawei adalah pemain yang relatif baru di bisnis smartphone. Keberhasilan mereka mengalahkan pemain-pemain mapan seperti Apple tak lepas dari investasi besar-besaran di bidang riset, pemasaran yang agresif, dan ekspansi jalur-jalur penjualan, kata Counterpoint.

Huawei dan merek-merek lain dari China, seperti Xiaomi, lebih memilih penjualan langsung secara online dengan konsumen pembeli yang melakukan pembayaran secara penuh di muka atau upfront payment.

Model ini tidak biasa di AS, namun sangat populer di Eropa, Amerika Latin, dan tentu saja di pasar dalam negeri China.
#Huawei
BERITA TERKAIT
Huawei: Operator Kembangkan Jaringan Mobil Otonom
Honor: Bakal Ada Smartphone Baru Lagi!
Honor 9i Resmi di Indonesia, Berapa Harganya?
'Smartphone Layar Lipat Bisa Gantikan Komputer'
Klaim Apple dan Huawei Pertama Gunakan Chipset 7nm
Huawei Sindir Desain Trio iPhone Terbaru
Strategi Huawei Melaju Melampaui Batas

ke atas