DUNIA

Selasa, 13 Maret 2018 | 11:40 WIB

Penyelidikan Korupsi Saudi, Seorang Jenderal Tewas

Didi Prambadi
Penyelidikan Korupsi Saudi, Seorang Jenderal Tewas
Jenderal Ali al-Qahtani (Foto: alarab)
INILAHCOM, Riyadh - Seorang jenderal Saudi diketahui tewas dianiaya sedangkan 200 pangeran Saudi dikabarkan mengalami siksaan, saat mereka ditahan di Hotel Ritz Carlton Riyadh November tahun lalu.

Kasus tersebut diungkap The New York Times Senin (12/3/2018) menjelang kunjungan Pangeran Mohammad bin Salman pertengahan pekan depan. Perwira tinggi yang dinyatakan tewas itu adalah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani, pengawal Pangeran Turki bin Abdullah. Mantan gubernur Riyadh ini dikenal sebagai saingan Pangeran Mohammad dalam struktur keluarga kerajaan untuk menjadi Putra Mahkota Kerajaan Saudi.


Sumber-sumber Times mengungkapkan bahwa Jenderal Ali al-Qahtani ditemukan tewas dengan leher terpelintir secara tak wajar, dan terlihat patah. Tubuhnya penuh luka bakar, yang diduga akibat kena setrum. Jenderal al-Qahtani sempat dikirim ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya setelah ditahan di Hotel Ritz Carlton Riyadh, namun dikembalikan lagi ke hotel tersebut untuk menjalani interogasi lanjutan.

Selain perwira tinggi itu, ada 16 pangeran dan kerabat Kerajaan Saudi yang disiksa agar mengaku bahwa mereka melakukan korupsi. Mereka dibiarkan tanpa diobati di rumah sakit setelah menjalani penyiksaan. Para anggota keluarganya mengaku, mereka dipukuli, dan kurang tidur karena diperiksa selama tiga hari penuh. Mereka menjalani siksaan, sementara kepalanya dibekap dengan kerudung.

Pemerintah Arab Saudi membantah tuduhan penganiayaan yang diberitakan The New York Times. Seluruh tuduhan penganiayaan dan penyiksaan selama proses pemeriksaan anti-korupsi oleh tim penyidik, adalah tidak benar, kata seorang pejabat Saudi.
#Saudi #ArabSaudi
BERITA TERKAIT
Besok, Saudi Cabut Larangan Wanita Mengemudi
HRW: Arab Saudi Terus Gerebek Pegiat HAM
24 Juni, Wanita Saudi Boleh Menyetir Lintas Negara
Pesawat Timnas Saudi Arabia Terbakar
Trump Terima Keluarga Pembunuhan Migran Ilegal
(Di California) Bunuh Diri dengan Bantuan Dokter Meningkat
Trump Anggap Korut Masih Ancaman Luar Biasa

ke atas