DUNIA

Selasa, 13 Maret 2018 | 12:11 WIB

Pengadilan India Buka Lagi Kasus Perusakan Masjid

Didi Prambadi
Pengadilan India Buka Lagi Kasus Perusakan Masjid
(Foto: indiatoday)
INILAHCOM, Ayodhya - Pengadilan Tinggi India akan membuka kembali kasus perebutan kawasan Masjid Babri di Ayodhya antara pemeluk agama Hindu dan kaum Muslim India, yang terjadi 25 tahun lalu.

The Washington Post mengabarkan Senin (12/3/2018), kasus tersebut dibuka pekan depan atas desakan para pemimpin Hindu yang mendapat dukungan Partai Bharatiya Janata, BJP. Mereka masih menuntut agar Masjid Babri yang dibangun untuk menghormati Kaisar Mughal Babur tahun 1528, dikembalikan ke tangan pemeluk Hindu.

Kami merasa seperti orang asing, dan Muslim menguasai negeri ini, tutur Smrita Tiwari, pemimpin cabang BJP. Kini setelah PM Narendra Modi berkuasa, semua berubah. Kami kembali dapat mengenakan ikat kepala merah jingga lagi, untuk pertama kalinya, sambung Smrita Tiwari. Muslim sangat fanatik dan mereka hanya memikirkan agamanya sendiri. Kami tidak pergi ke Mekkah. Kenapa mereka menguasai tempat lahirnya Dewa Ram, tambah Smrita.


Pada 1992 lalu, ratusan pemeluk Hindu mengenakan ikat kepala merah jingga menaiki Masjid Babri. Dalam waktu beberapa jam saja, bangunan itu rata dengan tanah. Kaum fundamentalis Hindu itu menghancurkan bangunan masjid dengan tangan kosong.

Sementara itu, para penduduk Muslim diusir, rumah mereka dibakar. 16 warga Muslim tewas. Kasus ini meletupkan kerusuhan di Asia Selatan, dengan 2.000 orang jadi korban. Pada 2010 pengadilan negeri Utrat Pradesh memerintahkan agar masjid itu dibangun kembali di tengah reruntuhan Kuil Hindu dan kawasan itu dibagi tiga wilayah. Dua pertiga untuk kaum Hindu, dan sepertiga sisanya untuk warga Muslim.

Namun keputusan itu tidak diterima oleh kaum Hindu, mereka menuntut agar seluruh kawasan tersebut digunakan sebagai kawasan Hindu. Pengadilan Tinggi Ayodhya lokasi Masjid Babri akan membuka kembali kasus ini pekan depan. Kasus perseteruan antar agama ini dijadikan isu politik di India yang akan menggelar pemilu tahun 2018 ini.
#India
BERITA TERKAIT
WHO Masukkan Kecanduan Game Sebagai Penyakit
24 Juni, Wanita Saudi Boleh Menyetir Lintas Negara
68 Juta Orang di Seluruh Dunia Mengungsi
(Kebijakan nol-toleransi Trump) Rekaman Audio Anak-anak yang Menjerit, Ketakutan
Korsel Gembira Pemimpin Korut Kunjungi Cina
Selesai KTT, Kim Jong-un Kunjungi Cina Lagi
Thailand Eksekusi Napi Pertama Kali Sejak 2009

ke atas