NASIONAL

Selasa, 13 Maret 2018 | 12:15 WIB

AHY, Mimpi Sang Mayor Menuju Istana

R Ferdian Andi R
AHY, Mimpi Sang Mayor Menuju Istana
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat akhir pekan lalu tak lebih sebagai panggung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ujungnya, perhelatan besar itu menjadi ajang pemasaran bagi figur Agus Harimurti Yudhoyono. Bagaimana efektivitasnya?

Jabatan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) yang baru disandang tak genap sebulan telah melapangkan jalan AHY untuk tampil dalam panggung besar di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat. Apalagi, Rapimnas kali ini seluruh kader diwajibkan untuk hadir.

Jauh sebelum di panggung Partai Demokrat, AHY sejak 10 Agustus 2017, bertepatan dengan hari lahirnya, mendirikan The Yudhoyono Institute. Melalui lembaga ini, Agus berkeliling ke sejumlah daerah, khususnya kampus-kampus di Indonesia. Dari perhelatan tersebut, AHY dikesankan sebagai sosok muda yang memiliki intelektual dan memberi harapan bagi republik ini.

Efek dari keliling nusantara, nama AHY muncul dalam radar di berbagai lembaga riset politik di Indonesia. Nama bekas calon gubernur DKI Jakarta itu muncul di jajaran calon wakil presiden (cawapres) yang layak disandingkan dengan capres, bahkan AHY disebut potensial mendampingi calon petahana Joko Widodo.

Ajang Rapimnas Partai Demokrat lalu tak ubahnya sebagai ajang deklarasi bagi AHY masuk dalam hiruk pikuk Pemilu 2019. Pangung Rapimnas tak lain sebagai panggung bagi AHY. Simak saja materi pidato AHY yang isinya terkait dengan masa depan republik ini.

Seperti dia menyebut lima sasaran yang harus dicapai negara dan pemerintah yakni lapangan pekerjaan, pendapatan dan daya beli, kemiskinan, hubungan antara negara dan rakyat serta keadilan, kebebasan dan keamanan. Agus juga menyebut, Indonesia membutuhkan sembilan strategi untuk mencapai lima target sasaran tersebut.


Transformasi AHY dari Mayor, calon gubernur hingga saat ini digadang-gadang sebagai calon wakil presiden berlangsung cukup pesat dan cepat. Capaian ini tentu tidak bisa dialami oleh pemuda seumuran dia pada umumnya. Posisi SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang notabene ayah AHY, cukup memberi pengaruh atas masa depan politik AHY.

Publik Jakarta khususnya dan publik nasional pada umumnya tentu masih ingat bagaimana performa AHY dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Kiprah perdana AHY di jalur politik awalnya membetot perhatian publik. Hingga akhir tahun 2016 lalu, atau dua bulan menjelang Pilkada, nama AHY menduduki tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang dominan. Gaya kampanye AHY yang melakukan "Moshing" menjadi salah satu yang menjadi bahan perbincangan publik

Sayangnya, saat memasuki masa debat kandidat kepala daerah, pelan namun pasti keterpilihan AHY mulai tergerus. Performa AHY dalam debat dinilai banyak pihak sebagai pemicu melorotnya elektabilitasnya. Penguasaan materi serta program kerja kalah pamor dengan kontestan lainnya. Situasi tersebut diperparah dengan polemik soal pernyataan SBY soal penyadapan teleponnya serta pernyataan bekas Ketua KPK Antasari Azhar terkait dugaan kriminalisasi yang dialaminya dengan mengaitkan SBY.

Kini, meski belum ada keputusan resmi soal posisi AHY dalam Pilpres 2019 mendatang, sejumlah manuver politik baik AHY maupun Partai Demokrat dinilai sebagai ikhtiar untuk menjajal peruntungan di Pilpres 2019 mendatang.

Tiket 10 persen perolehan Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 lalu tentu bukanlah modal yang kecil, meski tidak cukup untuk maju dalam kontestasi. Figur AHY yang kini diposisikan sebagai komandan lapangan dalam Pilpres 2019 bagi Partai Demokrat diuji kepiawaiannya merajut komunikasi politik.

Lebih dari itu, penguatan kapasitas diri AHY juga cukup penting untuk memastikan mayor bisa dipasarkan untuk perebutan posisi "jenderal" alias Presiden/Wapres. Langkah ini menjadi dasar untuk memastikan AHY memang layak untuk disejajarkan dengan politisi senior lainnya yang telah makan asam garam politik yang dirintis dari bawah.

Meski, harus disadari juga jam terbang tidak bisa ditingkatkan (up grade) melalui cara-cara polesan instan melalui panggung yang ingar bingar. Tantangan AHY tidaklah ringan untuk menuju Pilpres 2019.
#AHY #AgusHarimurtiYudhoyono
BERITA TERKAIT
AHY: Saya Belum Miliki Peluang Maju Pilpres
Gagal Maju Cawapres, AHY Mohon Maaf
AHY: Pemimpin Hebat Lahir Dari Tempaan
Demokrat Tantang Kader PDIP Debat dengan AHY
Hastag #AHYCawapresTerkuat Jadi Trending Topic
Hengkang TKN, SMI Diminta Jokowi Fokus Urus Negara
(Ketua IJTI Jadi Timses Jokowi-Maruf) Pendiri Surati Dewan Pers Hentikan Kerja Sama

ke atas