EKONOMI

Selasa, 13 Maret 2018 | 16:50 WIB

Menhub Budi Akui Ganjil-Genap Masih Pro-Kontra

Indra Hendriana
Menhub Budi Akui Ganjil-Genap Masih Pro-Kontra
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui kebijakan ganjil genap pintul tol Bekasi Barat dan Timur yang menuju Jakarta masih jadi polemik alias pro dan kontra.

Banyak pertanyaan berkaitan dengan dua hal. Pertama dengan apa yang kita lakukan di Bekasi dimana ada pro dan kontra, kata Budi Karya usai rapat kerja dengan Komisi V DPR, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Namun begitu, Budi mengatakan, aturan ini dibuat untuk perbaikan pola transportasi di Jakarta. Sebab, dengan adanya aturan tersebut, kemacetan yang terjadi di Jalan tol Bekasi menuju Jakarta terurai.

Dari pengamatan kami tehadap aktivitas transportasi yang ada di Jakarta, kami memang menjumpai daerah Bekasi adalah daerah yang paling krusial dengan indikasi kecepatan dari mobil itu kurang dari 20 km/jam. Itu diakibatkan lalu lintas disana melampaui kapasitas, ujar dia.

Kemudian, banyaknya kendaraan logistik yang over loaded. Sehinga kecepatan yang mestinya 70 km/jam menjadi 20 km/jam. Makanya di sana kita melakukan tindakan dengan tiga tindakan, ujar dia.

Adapun tiga tindakan itu adalah. Pertama Memberi catatan ganjil genap bagi yang masuk daerah Bekasi; kedua kami mengadakan bus green line dan memberi jalur khusus; dan ketiga kami membatasi jenis-jenis angkutan yang berat.

Sebelumnya dalam rapat kerja ini, anggota Komisi V DPR Subarna menilai, kebijakan Menteri ganjil genap bukan solusi yang baik, dan malah memberatkan.

Yang melalui tol rencana akan ada ganjil genap, ini terus terang memberatkan, kata Subarna

Sebab, kata dia, adanya aturan ini orang yang punya mobil satu, maka akan membeli satu kendaraan lagi. Terlebih saat ini banyak mobil yang harganya murah.

Saya punya mobil satu, akhirnya harus beli lagi satu. Bukan makin tidak macet, malah makin macet saya rasa dengan kebijakan ini, kata dia menegaskan.

Dengan begitu, dia meminta agar pemerintah mencarikan solusi lain. Yakni selain aturan ganjil genap di jalan tol. Apakah ada engga kebijakan lain Mobil sekarang mohon maaf keliatannya sudah seperti kacang goreng. Yang harga 100 juta banyak, semua orang bisa membeli dan ini akan terjadi kemacetan, kata dia. [hid]

#MenhubBudi #SistemGanjiGenap
BERITA TERKAIT
Garuda Masuk 2019, Bandara Halim Makin Sesak
Armada Kapal harus Berbenah Jelang Libur Nataru
Investor Asing Bisa Masuk Sektor Aviasi
Jurus Kemenhub Sehatkan Kompetisi Sektor TKBM
(Pasca Kecelakaan JT 610) KNKT Simpulkan Pesawat Lion Air Laik Terbang
(Pasca Kecelakaan JT 610) Kemenhub Kawal Rekomendasi KNKT untuk Lion Air
(Pasca Kecelakaan JT 610) Rekomendasi KNKT Ungkap Keanehan di Lion Air

ke atas