EKONOMI

Selasa, 13 Maret 2018 | 18:44 WIB
(Pacu Keahlian Peternak Lokal)

Fonterra Kembangkan Klaster Kemitraan Persusuan

Ahmad Munjin
Fonterra Kembangkan Klaster Kemitraan Persusuan
(Foto: inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Padang Panjang - Fonterra Brands Indonesia dan Pemerintah Daerah Kota Padang Panjang menandatangani Nota Kesepahaman Klaster Kemitraan Persusuan atau Dairy Partnership Cluster.

Bekerjasama dengan Pemerintah Kota Padang Panjang dan bermitra dengan Koperasi Marapi Singgalang, Klaster Kemitraan Persusuan bertujuan untuk memobilisasi dan mendukung peternak sapi perah di Padang Panjang dalam hal rantai pasok susu.

Di antaranya, meningkatkan produksi dan kualitas susu, meningkatkan populasi sapi perah di area tersebut, menciptakan peluang pasar, menambah pendapatan, dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan komunitas sekitar.

Program ini diharapkan dapat membantu hampir 300 peternak dengan dukungan dari Dinas Peternakan Kota Padang Panjang dan memanfaatkan keahlian kelas dunia Fonterra dalam bidang persusuan.

Shekhar Rapaka, Presiden Direktur, PT Fonterra Brands Indonesia mengatakan, Klaster Kemitraan Persusuan adalah inisiatif kelanjutan komitmen Fonterra Brands Indonesia dalam memajukan industri susu di Indonesia.

"Juga, meningkatkan suplai susu lokal melalui program Dairy Development kami, termasuk Fonterra Dairy Scholarship dan Women in Dairy."

Program Dairy Development dari Fonterra Brands Indonesia mendapat dukungan penuh dari peternak sapi perah dan pemerintah, terutama dari Kementerian Pertanian, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang memungkinkan Fonterra berperan dalam memenuhi kebutuhan produk nutrisi susu berkualitas yang kian meningkat.

Rapaka menambahkan, pihaknya sangat antusias mengawali Klaster Kemitraan Persusuan ini di Padang Panjang, yang memiliki potensi besar dalam membangun industri susu dan semangat para peternak lokal dalam meningkatkan industri tersebut.

Chris Ward, General Manager Global Dairy Development, Fonterra New Zealand, mengungkapkan, Fonterra adalah pemimpin terkemuka dalam produk nutrisi berbasis susu, dengan keahlian berkelas dunia yang dibangun dari warisan ribuan peternak sapi perah.

"Kami berkomitmen untuk mendukung komunitas lokal di mana kami beroperasi dan berbagi keahlian kami yang merupakan langkah penting dalam memastikan perkembangan yang berkelanjutan di industri susu Indonesia," ucapnya.

Dukungan Fonterra yang dilakukan melalui progam Dairy Development, mencakup keahlian dalam memelihara hewan ternak dan manajemen peternakan, konstruksi infrastruktur, dan teknologi pengujian dan pendinginan susu.

Irwan, Pejabat Sementara Walikota Padang Panjang mengapresiasi Fonterra Brands Indonesia yang secara aktif membantu peternak sapi perah lokal dan mendukung dalam membentuk struktur industri yang mandiri dan kuat.

"Kami berharap kemitraan ini bermanfaat bagi para peternak dan membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka," ujar Irwan.

Program ini akan berjalan selama 36 bulan. Hasil yang diharapkan termasuk peningkatan produksi dan kualitas susu, peningkatan hasil rearing, pengurangan kematian anak sapi perah, peningkatan kesejahteraan hewan ternak, dan pembentukan forum diskusi peternak wanita.

"Kami berharap semua elemen terkait dalam kemitraan ini dapat bersinergi secara maksimal dan meningkatkan keahlian peternak lokal dan memberdayakan mereka untuk memproduksi kualitas dan kuantitas susu yang lebih baik. Dalam rencana jangka panjang, kami ingin memperluas program ini hingga kota-kota sekitar Padang Panjang juga," ucap Rapaka.

Program Dairy Development bermula dari pelatihan singkat untuk dairy advisor pada tahun 2012, yang menjadi titik awal program Fonterra Dairy Scholarship pada tahun 2013 dan telah melatih 64 peternak sapi perah dan staf pemerintah terkait.

Tahun 2016, lebih dari 1.200 peternak sapi perah dan pelaku industri susu telah menerima manfaat dari sesi pelatihan dan diskusi yang diadakan pada tahun 2016 oleh peserta program Fonterra Dairy Scholarship. [jin]

#Fonterra #KlasterKemitraanPersusuan
BERITA TERKAIT
Penanganan Defisit BPJS Belum Komprehensif
Dubes Eropa Lecehkan ISPO, Lukai Petani Sawit RI
TTI Kementan Jual Komoditas Pangan di e-Commerce
AXA Mandiri Bayar Klaim Asuransi Korban Lion Air
Kontraktor Migas Kian Gemari Skema Gross Split
Bea Cukai Benahi Sistem Barang Kiriman & Dokumen
Target Pajak Gagal Lagi, Begini Alasan Robert

ke atas