DUNIA

Selasa, 13 Maret 2018 | 19:19 WIB
(Fraksi Republik DPR)

Tak Ada Bukti Kolusi Trump-Rusia

Tak Ada Bukti Kolusi Trump-Rusia
Anggota Partai Republik di DPR, Mike Conaway (Foto: Politico)
INILAHCOM, Washington--Komisi Intelijen DPR mengakhiri penyelidikan yang berjalan selama setahun mengenai campur tangan Rusia dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016.

Anggota Partai Republik di DPR, Mike Conaway, yang memimpin penyelidikan tersebut, Senin (12/3), atau Selasa (13/3) WIB mengatakan komisi tersebut tidak akan lagi mewawancarai saksi dan akan memperlihatkan laporan setebal 150 halaman kepada anggota Partai Demokrat di DPR pada Selasa (13/3), atau Rabu (14/3) WIB.

"Kami tidak menemukan bukti adanya kolusi," kata Conaway kepada wartawan, mengisyaratkan mereka yang berpendapat ada kolusi terlampau banyak membaca novel mata-mata, demikian laporan yang dikutip dari VOA, Selasa (13/3).

"Kami menemukan beberapa keputusan yang buruk, pertemuan yang tidak pantas, keputusan yang tidak layak untuk mengadakan pertemuan. Tapi hanya (penulis fiksi cerita mata-mata) Tom Clancy atau Vince Flynn atau orang lain semacamnya yang dapat menyusun rangkaian kontak yang tidak disengaja ini, pertemuan atau apa saja, menjadi cerita mata-mata yang mencekam."


Laporan itu juga akan bertentangan dengan temuan komunitas intelijen Amerika Serikat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan "preferensi" terhadap kandidat Donald Trump selama pemilu itu.

Masyarakat umum tidak akan melihat laporan tersebut sampai pihak Partai Demokrat mengkajinya dan komunitas intelijen memutuskan informasi apa yang bisa diungkapkan kepada publik. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Partai Demokrat mengecam Partai Republik dalam komisi tersebut karena memperpendek penyelidikan itu, yang menunjukkan berbagai kontak antara kampanye Trump dan Rusia dan mengatakan terlalu sedikit saksi yang sudah diwawancarai untuk dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak ada kolusi.

Pada Senin, Wakil California, Adam Schiff, tokoh senior Partai Demokrat dalam Komisi Intelijen DPR, merilis sebuah pernyataan keras yang menyebut tindakan Partai Republik itu "tonggak tragis" dan "kapitulasi kepada cabang eksekutif." [voa/lat]
#rusia #pilpresAS
BERITA TERKAIT
Rusia dan Ukraina Bahas Pakta Perdamaian
Ini Larangan buat Cewek Rusia Selama Piala Dunia
AS Keluarkan Peringatan Warganya yang ke Rusia
Tokoh Oposisi Rusia, Navalny Dibebaskan
Besok, Saudi Cabut Larangan Wanita Mengemudi
Trump Terima Keluarga Pembunuhan Migran Ilegal
(Di California) Bunuh Diri dengan Bantuan Dokter Meningkat

ke atas