NASIONAL

Selasa, 13 Maret 2018 | 20:32 WIB

Industri Rokok Menggunakan Modal Dalam Negeri

Industri Rokok Menggunakan Modal Dalam Negeri
(Foto: ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Pada forum nasionalisme kretek, Nirmal ilham mengatakan, Indonesia memiliki empat perusahaan rokok raksasa, sedangkan perusahaan-perusahan rokok menengah dan kecil berjumlah ribuan. Sehingga layak bila industri rokok ditempatkan di atas industri nasional lainnya.

"Dalam industri nasional tidak ada industri yang berkarakter seperti industri rokok, dimana seluruhnya menggunakan modal dalam negeri, semuanya berproduksi di dalam negeri, dan hampir seratus persen menggunakan bahan baku dalam negeri," ujar Nirmal, Selasa (13/3/2018).

Jika dihitung dari hulu ke hilir atau dari pertanian, produksi, distribusi hingga sampai ke konsumen, industri rokok berhasil menyerap puluhan juta tenaga kerja. Ini memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian nasional.

"Ditambah lagi pemerintah menargetkan pendapatan dari cukai rokok sebesar Rp 149,9 triliun dalam APBN 2017, naik 6 persen dari APBNP 2016. Penerimaan cukai rokok ini setara dengan 10 persen dari target pendapatan pajak 2017 senilai Rp 1.498 triliun," bebernya.

Berdasarkan gambaran besarnya kontribusi industri rokok tersebut, produk rokok justru diserang dari segala arah melalui undang-undang pemerintah pusat, aturan pemerintah daerah, fatwa organisasi keagamaan, rekomendasi institusi kesehatan.


"Yang terbaru dua perusahaan rokok nasional Gudang Garam dan Djarum diserang oleh somasi seorang warga yang kecanduan merokok, Rohayani. Rohayani mengajukan tuntutan Rp 1 triliun lebih," ungkapnya.

Menurutnya, tuntutan itu sangat besar, sehingga membuat somasi ini seperti suara jeritan di tengah malam, yang berusaha ingin menarik perhatian warga.

"Namun harus diketahui bahwa nominal tuntutan yang di luar nalar itu baru sekedar somasi atau teguran, belum naik ke pengadilan. Jika masuk ke pengadilan pun masih belum tentu dimenangkan," sambungnya.

Banyak yang akan menjadi pertimbangan hakim terkait tuntutan itu sehingga tujuan utama dari somasi ini jelas bukan nilai tuntutannya. Melainkan adalah sebagai usaha untuk memprovokasi pihak-pihak yang selama ini selalu bertempur terkait kontroversi produk rokok.

"Ke depan kita akan melihat apakah usaha provokasi ini berhasil membuat pihak-pihak terkait kembali bergegas ke medan pertempuran untuk saling berhadap-hadapan antara industri rokok nasional dan gerakan antirokok yang dibiayai oleh asing," tandasnya. [rok]
#Rokok
BERITA TERKAIT
KPU Puncak Lindungi Paslon Berijazah Palsu?
Sudiwardono Ucap Terima Kasih ke Hakim dan Jaksa
Sidang Pleidoi, Sudiwardono Nyanyi
(Penyerangan Polsek Maro Sebo) Polri: Belum Ada Indikasi Terkait Terorisme
Sudiwardono Ngaku Salah Terima Suap
Sunarto Dilantik Jokowi Sebagai Wakil Ketua MA
Siwi Akan Lanjutkan Program KSAL Sebelumnya

ke atas