PASAR MODAL

Selasa, 13 Maret 2018 | 20:02 WIB

Peluang Kenaikan Bunga Fed Batasi Gerak Rupiah

Peluang Kenaikan Bunga Fed Batasi Gerak Rupiah
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (13/3/2018) sore, bergerak menguat sebesar 11 poin menjadi Rp13.735 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.746 per dolar AS.

Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa rupiah menguat terbatas di tengah kekhawatiran pasar terhadap kuatnya peluang The Fed untuk menaikan suku bunga pada Maret ini.

"Nillai tukar rupiah masih bergerak stabil seiring dengan adanya penjagaan dari Bank Indonesia," ujarnya.

Namun, menurut dia, potensi tekanan rupiah masih terbuka mengingat bank sentral AS (The Fed) memberi sinyal kuat untuk menaikan suku bunga acuannya pada 2018 ini sebanyak tiga kali, yang dimulai pada Maret ini.


"Ketua The Fed Jerome Powell percaya dengan menikan suku bunga maka produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat akan naik, pernyataan itu memeicu aliran dana masuk ke AS sehingga akan mendorong dolar AS terapresiasi," katanya.

Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed mengatakanrupiah menguat seiring sejumlah data ekonomi Indonesia dijadwalkan akan dirilis pada pekan ini, salah satunya data neraca perdagangan Indonesia yang memberi isyarat mengenai momentum ekonomi domestik.

"Pasar optimis data impor dan ekspor melampaui ekspektasi yang akan memperkuat produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama tahun ini," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (13/3) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.757 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.768 per dolar AS. [tar]
#Rupiah #LuckyBayuPurnomo
BERITA TERKAIT
Tekanan Eksternal Reda, Rupiah Berotot
Gubernur BI Baru Stabilkan Fluktuasi Rupiah
Notula FOMC Bernada Dovish, Rupiah Semringah
Jelang Rilis Notula the Fed, Rupiah Roboh ke 14202
Hubungan Dagang AS-China Kondusif, Rupiah Keok
Rupiah di Posisi Kalah jelang Pertemuan the Fed
Rupiah Lesu di Tengah Penantian Notula the Fed

ke atas