NASIONAL

Rabu, 14 Maret 2018 | 00:08 WIB

Pesta Homo di Hotel Hasma Jaya Digrebek Polisi

Pesta Homo di Hotel Hasma Jaya Digrebek Polisi
(Foto: Beritajatim)
INILAHCOM, Surabaya - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya kembali ungkap kasus perdagangan orang berupa perbuatan cabul dengan orang lain.

Terungkapnya kasus prostitusi kaum homo ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya praktik prostitusi menyimpang.

Mendapat informasi dari masyarakat, anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, pada hari Senin tanggal 12 Maret 2018 Jam 17.30 Wib melakukan penggrebekan di Hotel Hasma Jaya 2 Jl. Pasar Kembang No 16 Surabaya.

"Sampai akhirnya polisi menemukan adanya tiga lelaki telanjang dada di dalam kamar hotel serta mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu, 1 buah Handphone merk VIVO Warna hitam," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, Selasa (13/3/2018).

Dari penggerebegan ini polisi menangkap Muhamad Firmansyah dan menjebloskan ke tahanan Polrestabes Surabaya karena telah melakukan persenggamaan menyimpang secara sex threesome.


"Untuk ajakan seks threesome tersangka memberi fee Rp300 ribu," lanjut Sudamiran.

Sebelum melakukan seks menyimpang ini, pria berpostur gemuk yang usianya 32 tahun dan tinggal di Jalan Simolawang Pojok 2/4 Rt/Rw 007/009 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto Surabaya ini, pada hari minggu tanggal 4 maret 2018 tersangka menulis caption facebook ke Grup "Gang Pattaya Surabaya" lalu menuliskan ajakan melakukan pesta dengan kaum homo.

Hingga akhirnya facebook tersangka mendapatkan tanggapan dari tamu kemudian diteruskan chating pribadi oleh tamu yang ingin memesan pesta kaum homo. "Kami juga menemukan harga untuk pesta homo ini," terang Sudamiran.

Usai ditentukan tempat, tersangka mengajak korban berinisial EAGP (23) warga Tenggumung Karya Lor 1/5 Rt/Rw 001/009 Kel. Wonokusumo Kec. Semampir Surabaya.

"Korban mau diajak karena sudah saling kenal semenjak 1 minggu yang lalu di dalam grup whats up CNC (Chuby and Chasser)," lanjut Ruth Yeni.

Atas perkara ini tersangka dijerat dengan Pasal 2 UU No. 21 tahun 2007 tentang TPPO dan Pasal 506 KUHP tentang protitusi dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah).[beritajatim]
#Homoseksual
BERITA TERKAIT
UAS Ajak Umat Islam Tak Golput pada 2018 & 2019
Hotman: Pejabat BPIP Harus Main-main ke Kopi Joni
#PilgubSumut2018 Jadi Trending Topik Netizen
Mahfud MD Jengkel Jadi Korban Delay di Bandara
Arus Balik, Polisi Lakukan Rekayasa Lalin di Tol
(Arus Balik Lebaran 2018) Jokowi Klaim Arus Balik di Tol Cipali Lancar
Warga Lombok Barat Diteror Buaya di Pantai Nambung

ke atas