EKONOMI

Selasa, 13 Maret 2018 | 20:58 WIB

Rainbow Warrior Singgahi Papua Dukung Hutan Adat

Rainbow Warrior Singgahi Papua Dukung Hutan Adat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kapal legendaris Greenpeace Rainbow Warrior kembali berlayar ke Indonesia dengan menjadikan Bumi Cendrawasih sebagai pintu masuk utamanya. Tema pelayaran Rainbow tahun ini adalah 'Perubahan Iklim dan Kekuatan Masyarakat' (Climate Change and People Power).

Pada tur kali ini, Greenpeace akan menampilkan cerita keberhasilan Kampung Manggroholo dan Sira di Papua mendapatkan izin hak pengelolaan Perhutanan Sosial dengan skema Hutan Desa.

Karena hutan itu untuk rakyat, maka program yang sedang dikerjakan sejak tahun 2015 adalah Perhutanan Sosial. Inti perhutanan sosial adalah bagaimana keadilan itu diwujudkan, ucap Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat menyambut kedatangan kapal Rainbow Warrior di Manokwari, Senin (12/03/2018).

Program Perhutanan Sosial yang tengah didorong pemerintah bertujuan untuk mengurangi konflik, ketimpangan lahan, mengurangi pengangguran, dan kemiskinan masyarakat setempat di sekitar hutan. Telah dialokasikan lahan kawasan hutan seluas 12,7 juta hektare untuk Perhutanan Sosial dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Kemitraan Kehutanan dan Hutan Adat.

Untuk menyelamatkan hutan dan lingkungan, menurut Bambang, dibutuhkan sebuah gerakan publik. Banyak kemajuan yang telah dicapai Indonesia dengan adanya gerakan publik, misalnya menurunnya laju deforestasi, tidak ada asap lintas negara dan Ratifikasi Paris Agreement dan Ratifikasi Konvensi Minamata.

Bambang menjelaskan, sejak 2015-2017 laju deforestasi menurun dari 1,7 juta ha/tahun menjadi 435 ribu ha/tahun. Begitu juga asap lintas negara, pada tahun 2017 sudah tidak ada lagi. Jika di tahun 2015 terdapat asap lintas batas 21 hari, tahun 2016 empat hari, dan tahun 2017 nol hari.

Itu sudah merupakan prestasi yang sangat baik dalam konteks gerakan publik. Diharapkan melalui gerakan publik rainbow, prestasi tersebut akan dipertahankan. Sehingga hutan lestari dan masyarakat sejahtera, kata Bambang.

Kapal Rainbow Warrior mulai merapat di Manokwari, Papua pada 11 Maret 2018, kemudian ke Raja Ampat hingga 18 Maret, dan selanjutnya berlayar ke Bali hingga 16 April. Setelah itu kapal akan berlayar ke Jakarta, dan singgah di Karimun Jawa dan Semarang pada 9 Mei, untuk kemudian melanjutkan pelayaran ke Songkhla, Thailand. Selamat datang Rainbow Warrior (laskar pelangi) dan selamat berjuang, ucap Bambang.

Pada penyambutan merapatnya kapal Rainbow Warrior di Darmaga Pelabuhan Manokwari, hadir juga Wakil Gubernur Papua Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Papau Barat, Forkompinda Papua Barat, Kepala Unit Pelaksana Teknis KLHK di Papua Barat, dan wakil Instansi terkait.

Setelah selesai penyambutan dilakukan peninjauan Kapal yang merupakan kapal yang ramah lingkungan, antara lain karena 70 persen energi dalam pelayaran Rainnow Warior memanfaatkan energi angin /menggunakan layar, dan dilengkapi dengan pengelolaan sampah internal. Acara dilanjutkan dengan seminar bertemakan Perhutanan Sosial, Pengakuan Wilayah Adat dan Komitmen Investasi di Tanah Papua dengan narasumber utama Direktur Jenderal PSKL yang menyampaikan paparan tentang proses dan perkembangan penetapan hutan adat di Indonesia.[*]

#LHK #KementerianLHK #Greenpeace #RainbowWarrior
BERITA TERKAIT
KLHK Perkuat Sarana Prasarana Kendalikan Karhutla
(Infografis) Inilah Pencapaian Program Perhutanan Sosial KLHK
KLHK Bangun Portal Satu Data
Menteri LHK: Kita Lalui Masa-masa Sulit Karhutla
KLHK Tambah PPNS, Perkuat Penegakkan Hukum
Buka 14th APRSCP, Menteri LHK Gaungkan Eco-office
KLHK Siapkan Masterplan Rehabilitasi Lahan Kritis

ke atas