MOZAIK

Kamis, 15 Maret 2018 | 03:32 WIB

Pemimpin yang Mau Menunggu Bukan Mau Ditunggu

KH Ahmad Imam Mawardi
Pemimpin yang Mau Menunggu Bukan Mau Ditunggu
(Foto: ilustrasi)

SUATU waktu, khalifah Al-Mahdi berkunjung ke Bashrah. Beliau keluar menuju masjid untuk shalat berjamaah di masjid. Beliau maju ke depan karena bertindak sebagai imam. Saat akan memulai shalat, datang seorang desa, Badui, berkata kepada beliau: "Wahai amiral mukminin, pemimpinnya orang beriman, perintahkanlah kepada para jamaah untuk menunggu saya, saya mau berwudlu' dulu."

Khalifah al-Mahdi memyerukan jamaah untuk menunggunya dan beliau sendiri duduk di mihrab. Kemudian disampaikanlah kepada beliau bahwa orang badui itu sudah datang dari berwudlu', beliaupun bertakbiratul ihram memulai shalat jamaah. Orang-orang terkagum-kagum dengan toleransi atau kebaikan hati sang Khalifah pada orang kecil yang menjadi rakyatnya itu.

Kekaguman rakyat pada pemimpin bukan karena seringnya rapat dengan orang-orang besar, bukan pula karena daftar kekayaan yang dimiliki, melainkan karena keberpihakannya pada rakyat-rakyat kecil yang terbiasa dilihat sebelah mata kecuali saat pileg, pilpres dan pilkada.

Indahnya jika bisa memiliki pemimpin yang berpihak kepada rakyat kecil yang memang secara jumlah adalah mayoritas. Bahagianya jika memiliki pemimpin yang bagus agamanya, baik akhlaknya, jujur kata dan sikapnya. Luar biasa sekali jika memiliki pemimpin yang rela menunggu dan tidak hanya mau ditunggu. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Tak akan Pernah Aku Lupakan
Surat untuk Saudaraku yang Sedang Bersedih
Antara Harga Ayam, Harga Diri dan Harga HP
Cinta Khalifah yang Selalu Menjadikan Hati Resah
Menjaga Rasa dengan Menata Kata Sebelum Bicara
Jangan Rusak Bahagiamu
Rahasia Ketenangan dan Kedamaian Hati

ke atas