EKONOMI

Rabu, 14 Maret 2018 | 04:19 WIB

KH Maruf, Bangun Ekonomi Kerakyatan dari Pesantren

KH Maruf, Bangun Ekonomi Kerakyatan dari Pesantren
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Pendiri Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), KH Maruf Amin menginisiasi Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN). Pemberdayaan ekonomi rakyat dimulai dari pondok pesantren.

Rencananya, KMS diluncurkan bersama sejumlah Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat (LPEU) oleh Presiden Joko Widodo di Penata, Serang, Banten, Rabu (14/3/2018).

Ketua Panitia Peluncuran Pemberdayaan Ekonomi Umat, Uday Abdurrahman dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (13/3/2018), mengatakan, KMSN dan LPEU yang digerakkan puluhan pesantren, bergerak di sejumlah sektor bisnis dan usaha.

"Gerakan ini tidak tiba-tiba ada. Ini sudah digelorakan Kiai Maruf sejak lama. Secara konseptual dan kodifikasi hukum, kiai memulainya sejak 90-an. Saat itu, beliau mendorong lahirnya perbankan dan lembaga keuangan syariah, " kata Uday.

Upaya pemberdayaan ekonomi umat tersebut, kata Uday, tak bisa dilakukan sendirian, atau hanya sekelompok tokoh. Karena itu, Kiai Maruf mendorong pemerintah, tokoh agama, dan para pengusaha untuk bersinergi mengintegrasikan komitmen dalam pemberdayaan ekonomi umat yang disebutnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia.

Gerakan Kiai Maruf yang kini menjabat Rais Aam PBNU, sekaligus Ketua Umum MUI itu, menurut Uday, bukan tanpa rintangan. Banyak pihak yang awalnya skeptis bahkan mencibir.

Saat ini, meski belum genap setahun dibentuk, KMSN dan LPE yang baru beranggotakan 25 pesantren di seluruh Indonesia itu, telah bergerak di sejumlah sektor bisnis, yakni sektor jasa keuangan, ritel, budi daya pertanian, perikanan dan peternakan, serta sektor jasa.

"Jadi, pesantren anggota KMSN ini akan jadi percontohan gerakan pemberdayaan ekonomi umat. Kami sudah bekerja sama dengan Leumart di sektor ritel, REI di sektor properti, C-Farming IPB untuk pengembangan udang windu dan Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) untuk produk pertanian dan olahan jagung," katanya.

Ketua Umum KMSN Sholahuddin menambahkan, untuk olahan jagung yang dikembangkan di tiga pesantren di Lamongan, produksinya kini telah menembus pasar Malaysia dan negara-negara Timur Tengah.

Ia berharap ke depan KMSN tak hanya melibatkan 25 pesantren yang kini sudah bergerak, tapi juga bisa mengajak ribuan pesantren, pengelola masjid, majelis taklim, kampus, hingga organisasi kemasyarakatan di tingkat desa.

Pesantren yang memiliki lahan agak luas diajak mengembangkan produk pertanian sehat, perkebunan, peternakan dan perikanan. Setelah peluncuran di Penata, pihaknya berencana membuka outlet atau ritel Leumart di 50 pesantren di Jawa Timur. [tar]
#EkonomiKerakyatan #Ponpes #PresidenJokowi
BERITA TERKAIT
BPJS Tekor, Jokowi Ngaku Teken Perpres Cukai Rokok
Kerja Keras Jokowi Tekan Impor Mulai Terlihat
Jokowi Bujuk Cheko Tolak Diskriminasi Sawit
Kritik Pengamat untuk Poros Maritim Joko Widodo
Ini Kritik Sandi untuk Kebijakan Ekonomi Jokowi
Ganti Menteri, Menyelamatkan Negeri?
Rupiah Terkini dan Janji Jokowi Kendalikan US$

ke atas