NASIONAL

Rabu, 14 Maret 2018 | 05:11 WIB

Golkar Masih Sibuk Urus Persoalan Internal

Ivan Setyadi
Golkar Masih Sibuk Urus Persoalan Internal
Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Partai Golkar tak mau buru-buru bereaksi soal isu kursi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Meski satu lagi nama kandidat masuk, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam bursa cawapres, Golkar tetap kalem.

"Golkar saat ini lebih fokus kepada tiga hal. Pertama, melakukan konsolidasi internal untuk mengencangkan mesin partai untuk meraup sebesar-besarnya dukungan rakyat guna menang di pilkada, pileg, dan pilpres," kata Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia kepada INILAHCOM, Selasa (13/3/2018).

Kedua kata Doli, khusus untuk persiapan pilpres, Golkar sedang membangun jaringan sendiri relawan pendukung Jokowi.

Sementara yang ketiga, Golkar juga ikut dalam tim yang melakukan kajian dan merumuskan poin-poin penting mengenai isu strategis terkait kebutuhan pembangunan Indonesia dalam lima tahun ke depan yang akan dapat menjadi pertimbamgan Jokowi sebagai masukan visi dan misinya.

"Juga diharapkan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan pasangan Cawapresnya," ungkapnya.

Saat ini, masuknya nama AHY menurut Doli masih sebatas penjajagan. Sehingga masih terbuka kemungkinan cawapres lain untuk ikut masuk dalam bursa cawapres pendamping Jokowi di pilpres mendatang.

Nama AHY mencuat setelah Jokowi hadir di Rapimnas Demokrat minggu lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi minta didampingi AHY saat hendak membuka secara simbolis Rapimnas Demokrat.

Sinyal merapatnya Demokrat juga disampaikan SBY. Dalam pidatonya, SBY tak menutup kemungkinan untuk berjuang bersama Jokowi di Pilpres 2019.[van].
#CawapresJokowi #AHY #Golkar
BERITA TERKAIT
Golkar Terancam Tak Masuk Peringkat di Pemilu 2019
Golkar Targetkan 22 Kursi DPRD DKI di Pemilu 2019
Rizal Mallarangeng Gantikan AGK di Struktur Golkar
Golkar Tak Akan Usung Caleg Mantan Napi Koruptor
(Kasus Suap PLTU Riau) Kemungkinan Eni Bidik Airlangga, Ini Kata Golkar
Kasus PLTU Momentum Golkar "Bersih-Bersih Partai"
Golkar Akui Kasus PLTU Pengaruhi Elektabilitas

ke atas