EKONOMI

Rabu, 14 Maret 2018 | 08:09 WIB

Rezim Pajak Murah untuk UMKM, Terima Kasih Jokowi

Rezim Pajak Murah untuk UMKM, Terima Kasih Jokowi
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Selama ini, pajak membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sulit berkembang. Alhasil, daya saingnya tak bisa naik kelas. Jadi, sudah waktunya diturunkan.

"Pemerintah menerapkan kebijakan pemangkasan persentase pajak penghasilan UMKM untuk meningkatkan daya saing merupakan langkah yang tepat," kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri, di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Novani bilang, pemangkasan pajak untuk UMKM, tidak akan merugikan pemerintah karena mengurangi potensi penerimaan negara. Idealnya, tarif pajak penghasilan berbanding terbalik dengan jumlah investasi.

Dengan kata lain, papar Novani, semakin rendah tarif pajak maka peluang investasi membesar semakin terbuka. "Dampak positif lain dari kebijakan ini adalah meningkatkan jumlah UMKM dan lapangan kerja untuk masyarakat. Dampak lainnya adalah peningkatan kontribusi UMKM terhadap penerimaan negara," terang Novani.

Novani mengingatkan, UMKM merupakan sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Dan, berkontribusi lebih dari 50% dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah berencana menurunkan besaran pajak UKM dari 1% menjadi 0,5% pada akhir Maret 2018. "Saya kemarin sebetulnya menawarnya 0,25 persen, tetapi Menteri Keuangan bilang tidak bisa. Ini kalau turunnya sampai sejauh itu, ini akan mempengaruhi penerimaan, pendapatan pemerintahan," kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Sidang Dewan Pleno II dan Rapat Pimpinan Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2018 di Tangerang, Banten, Rabu (7/3/2018).

Menurut Jokowi, perubahan tata ruang ekonomi global, menjadi peluang bagi ekonomi nasional untuk berkembang lebih jauh, sedangkan perkembangan bisnis rintisan melalui aplikasi berbasis digital dinilai akan berkembang pesat.

Jokowi menuturkan, Indonesia memiliki keunggulan di sektor kerajinan tangan yang terkenal begitu kreatif. Sejumlah contoh industri seperti kerajinan jaket kulit berlukis, motor modifikasi, serta usaha kreatif lain memiliki peluang besar untuk berkembang jika dipromosikan dengan gencar. "Saya kira kalau ini bisa dikembangkan dalam volume, dalam jumlah yang besar, saya meyakini bahwa industri kita, ekonomi kita akan bisa lebih baik," ujar Jokowi. [tar]

#UMKM #Pajak #PresidenJokowi #MenkeuSMI
BERITA TERKAIT
Bisnis Batubara Orang Dekat Jokowi Disorot LSM
Pelan tapi Pasti Utang Era Jokowi Mendaki Rp5.227T
Komisi X Uji Publik RUU Ekraf di Palembang
Ternyata Jokowi Ingin Batasi Tanaman Sawit
Kabar Baik Sri Mulyani untuk Para Ahli Hisap
Penasehat Jokowi Sindir Utang BUMN Larinya Ngacir
Ekonomi tak Kontet, Wantimpres Minta Swasta Dipush

ke atas