EKONOMI

Rabu, 14 Maret 2018 | 09:09 WIB

Kaltara Ingin Ekspor Perikanan Langsung ke China

Kaltara Ingin Ekspor Perikanan Langsung ke China
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nunukan - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) ingin membuka jalur langsung untuk ekspor hasil perikanan ke Tiongkok. Selama ini harus melalui Tawau Malaysia. Akibatnya, nelayan dan daerah tak mendapat apa-apa.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie di Tanjung Selor, Selasa (13/3/2018), mengatakan, selama ini, hasil perikanan Kaltara dijual ke Tawau Malaysia secara ilegal dengan harga murah.

Padahal, pengusaha Malaysia yang membeli hasil perikanan tersebut, mengekspornya ke Hongkong menggunakan label negara Malaysia dengan harga berlipat ganda hingga Rp600.000 per kilogram.

Hasil perikanan Kaltara memang sering diperdagangkan secara ilegal ke negeri jiran, Malaysia berupa udang dan kepiting bertelur.

Akibat praktik yang berjalan selama puluhan tahun ini, pemerintah pusat dan daerah harus menanggung kerugian besar. Termasuk nelayan setempat menjadi korbannya.

Untuk itu, Irianto berupaya melobi penerbangan kargo tujuan Tiongkok agar bersedia mengangkut hasil perikanan asal Kaltara dari Bandara Juwata Tarakan.

Untuk mewujudkan rencana ini, Dinas Kelautan dan Perikanan sedang mendata pengusaha lokal di Kota Tarakan. Agar diketahui kapasitas produksi komoditas kelautan dan perikanan riil. Sehingga produknyan bisa segera masuk kontainer untuk dibawa ke negari Tirai Bambu itu.

"Maskapai yang dilobi ini berasal dari Tiongkok yang mengangkut alat eletronik ke Jakarta selama ini. Peluang kerja sama sangat terbuka karena pesawat tersebut tidak ada muatan balik negaranya," ujar Irianto. [tar]

#PemprovKaltara #ekspor #China #Perikanan
BERITA TERKAIT
Ekspor Indonesia Roboh, Ini Penjelasan Darmin
Punya Potensi Jumbo, Jangan Remehkan Pasar Afrika
Inilah Rincian Kenaikan Ekspor 5,8% di Oktober
Pengamat Bilang Ekonomi 2019 Makin Berat
Susi Ajak Dunia Tangani Perubahan Iklim Kelautan
CAD Zaman Jokowi Bolong Besar, Tim Ekonomi Ngeyel
Ekspor Produk Perikanan Naik, Si Bongkok Primadona

ke atas