EKONOMI

Rabu, 14 Maret 2018 | 11:12 WIB

Airlangga: Investasi Manufaktur RI Juara di ASEAN

Airlangga: Investasi Manufaktur RI Juara di ASEAN
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menyebut, pertumbuhan investasi manufaktur Indonesia pada 2016 tumbuh tertinggi di ASEAN.

Kata Airlangga, pertumbuhan industri manufaktur di tanah air mencapai 41,8%. Mengungguli Malaysia sebesar 25,0% dan Vietnam 3,1%. Yang menarik Singapura dan Thailand, mengalami penurunan investasi sektor manufaktur masing-masing sebesar 29,6% dan 27,5%. Ini menjadikan momentum yang baik untuk menunjukkan kepercayaan kepada para investor di sektor industri agar lebih ekspansif, kata Airlangga di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Airlangga bilang, Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi yang menarik di dunia. Hal tersebut didukung berdasarkan beberapa hasil riset. Misalnya, survei US-News, Indonesia merupakan negara tujuan investasi terbaik kedua di dunia. Mampu mengalahkan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Singapura.

Selanjutnya, laporan Asia Business Outlook Survey 2018 oleh the Economist, Indonesia merupakan negara tujuan utama ke-3 di Asia yang menarik bagi investor.

Hal senada juga diungkapkan dalam World Investment Report 2017 oleh UNCTAD, yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-4 di dunia terkait MNEs top prospective host economies untuk periode 20172019.

Peningkatan daya tarik investasi Indonesia juga ditunjukkan dengan adanya opini positif dari lembaga rating internasional seperti S&P yang menaikkan peringkat Indonesia ke investment grade, atau lembaga lainnya (Fitch, Moodys, dan R&I) yang mengubah outlook Indonesia dari stable ke positive.

Menperin meyakini, penilaian tersebut menggambarkan bahwa kegiatan investasi di Indonesia sudah semakin baik dan ke depannya akan lebih baik lagi.

Lebih lanjut, dalam upaya menarik banyak investasi di sektor industri, pemerintah tengah melakukan penyederhanaan peraturan mengenai pemberian insentif perpajakan.

Peraturan itu antara lain terkait fasilitas tax holiday, tax allowance, penurunan pajak industri kecil dan menengah (IKM), serta insentif bagi perusahaan yang memiliki kegiatan research and development (R&D) hingga terlibat dalam program pendidikan vokasi.

Jadi, regulasi tax holiday akan segera diterbitkan, mekanismenya memang ada perubahan. Sedangkan, untuk tax allowance, masih membutuhkan peraturan pemerintah, ungkap Airlangga.

Diharapkan, skema baru ini akan lebih mempermudah dan mempercepat pelaku industri mendapatkan insentif fiskal tersebut. Peraturan ini ditargetkan akan selesai pada akhir Maret 2018.

Airlangga menyebut, kebijakan ini diberikan kepada investasi baru dan akan menambah pendapatan negara. Jadi, nanti ketika pengusaha melakukan aplikasi, dia sudah melihat industrinya masuk dalam kategori, baik itu sektor hulu maupun pionir, seperti pengembangan industri petrokimia dan baja. KLBI-nya jelas, paparnya. [tar]
#InvestasiManufaktur #MenperinAirlangga #ASEAN
BERITA TERKAIT
API Pasang Target Ekspor Tinggi, Airlangga: Bagus
(Kabar dari Seoul) Industri Manufatur Korsel Investasi US$446 Juta
(Laporan dari Korea Selatan) Industri Negeri Gingseng Tetap Investasi di RI
Terbang Ke Korsel, Airlangga Harap Tuah Industri
Pertamina Lubricants Raih Penghargaan Level ASEAN
Selamatkan Rupiah, Pajak 1.147 Barang Impor Naik
Manufaktur Dibilang Mundur, Kemenperin tak Terima

ke atas