NASIONAL

Rabu, 14 Maret 2018 | 03:40 WIB

Wayan Bakal Laporkan Jaksa Penuntut Umum

Ivan Setyadi
Wayan Bakal Laporkan Jaksa Penuntut Umum
Kubu Cristoforus Richard (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Kubu Cristoforus Richard tengah menimbang untuk melaporkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menangani perkaranya.

Melalui kuasa hukumnya, Wayan Sudirta, JPU dianggap melalaikan kewajibannya sebagai jaksa yang mencari kebenaran.

"Jadi tingkah laku jaksa di pengadilan ini melanggar KUHAP. Kalau ini diketahui atasannya, tidak ada lain kecuali memberikan sanksi kepada penuntut umum sekeras-kerasnya, sebab UU tidak dilaksanakan," kata Wayan kepada wartawan, Selasa (13/3/2018).

Padahal dalam aturan perundang-undangan, jelas tercantum.bahwa tugas yang paling hakiki dari jaksa itu adalah mencari keadilan, menegakkan keadilan. bukan mencari kesalahan terdakwa.

"Tapi hari ini kita dengan telanjang, muka kita ditampar, bagaimana seorang jaksa tidak mencari keadilan. Contohnya apa, ketika dia tidak menghadirkan saksi Eny Sulaksono, kita minta, kok dia malah engga setuju. Inikan kewajiabn dia, wajib ini. Kita sudah bantu kok dia menolak," ungkapnya.

"Berarti dia memang tidak ingin menegakkan keadilan. Mencoba menutup keadilan mencari kelemahan-kelemahan menurut dia," sambungnya.

Jika dalam persidangan seperti itu, Wayan menyarankan agar jaksa menjadi kuasa hukum pelapor saja."Sehingga jaksa menurunknan kualifikasinya bukan lagi sebagai jaksa penegak hukum pencari keadilan. Tapi seolah-olah mewakili kepentingan pelapor," keluhnya.

Dalam sidang tuntutan, Wayan dan penasihat hukum meminta agar majelis hakim tetap mengizinkan untuk menghadirkan saksi Eny Sulaksono sesuai ketentuan pasal 160 ayat 1 c.

Sebab dalam BAP, saksi Eny punya porsi cukup besar sampai 19 halaman. Dengan tak dihadirkan saksi tersebut, Wayan mengaku kliennya tidak mendapat porsi yang pas untuk membela diri.

"Saya meminta dicatat oleh majelis supaya kerugian ini tidak dibebankan kepada kami. kami tidak leluasa memberikan pledoi, itu kesalahan mendasar, kami sudah sulit," terangnya.

"Saya akan fokus pada pledoi dulu. sesudah itu saya akan melaporkan siapa saja yang melanggar aturan. siapa saja," demikian Wayan menyampaikan.

Cristoforus Richard dituntut hukuman 4 tahun penjara karena dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan memalsukan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat 1 KUHP dan 263 ayat 2 KUHP.

Kasus ini semula merupakan perkara perdata yang telah dimenangkan kliennya ditingkat kasasi. Tapi belakangan kliennya dipidanakan di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Kliennya diduga melanggar pasal 263 KUHP Terkait pemalsuan akta 2 bidang tanah seluas ,6,9 ha dan 7 ha milik PT. Nusantara Raga Wisata.[jat]
#Pengadilan #Pemalsuan
BERITA TERKAIT
Gerindra Minta PKS Jangan Takut Main di DPRD DKI
Wadir Tipidum Bareskrim Jabat Dirdik KPK
Prabowo Kagumi Sosok Ibunya Sebagai Perawat
Soal Senyum Prabowo, Taufik: Saya Nafsirin Setuju
(Sidang Bakamla,) Novanto Batal Bersaksi untuk Fayakhun
Gubernur NTB Baru Bakal Koordinasi ke TGB
HRS Disebut Dicekal di Arab Saudi, Polri: Dia WNI

ke atas