DUNIA

Rabu, 14 Maret 2018 | 09:07 WIB

Yang Perang di Suriah Langgar HAM Internasional

Yang Perang di Suriah Langgar HAM Internasional
Ketua Komisi Penyelidik Independen PBB mengenai Suriah, Paulo Sergio Pinheiro (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jenewa--Komisi Penyelidik Independen PBB mengenai Suriah mengutuk pelanggaran mencolok HAM internasional oleh semua pihak yang berperang di Suriah dan meminta agar mereka bertanggung jawab atas kejahatan yang mereka lakukan.

Dalam konflik Suriah yang memasuki tahun ketujuh, pembunuhan terus berlanjut dan tampaknya tanpa akhir. Ketua Komisi Paulo Pinheiro mengatakan kepada Dewan HAM PBB bahwa pembunuhan terus terjadi, hanya tempatnya yang berbeda.

Dia mengatakan bahwa sekarang giliran Ghouta timur, pinggiran kota Damaskus yang berpenduduk hampir 400.000 orang, yang terkepung dan mengalami kelaparan yang disengaja dan pemboman tanpa henti.

Katanya, sebelum ini, kota Aleppo timur, Raqqa, Deir el-Zour, dan Madaya yang menjadi berita utama ketika warga sipil tidak mendapat bantuan kemanusiaan dan tewas dan cacat akibat serangan tanpa pandang bulu.

"Munculnya kembali kekerasan baru-baru ini menciptakan ilusi bahwa penyelesaian konflik itu hanya bisa melalui kemenangan militer. Pandangan ini didorong oleh keengganan negara-negara yang berpengaruh untuk menegakkan disiplin pada pihak-pihak yang bertikai dan menuntut keterlibatan serius mereka dalam mencari penyelesaian politik yang berkelanjutan," ungkap Pinheiro, seperti dikutip dari VOA, Rabu (14/3).

Pinheiro juga menyerukan segera diakhirinya serangan terhadap penduduk sipil. Sebab, untuk mengirim makanan, air, obat-obatan, dan bantuan penting lainnya ke daerah yang terkepung dan sulit dijangkau, terutama penduduk yang menderita di Ghouta timur.

Pinheiro mengatakan hanya solusi politik yang akan mengakhiri konflik. Tapi dia memperingatkan tidak boleh ada amnesti atau pengampunan bagi orang-orang yang melakukan pelanggaran berat HAM, kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam tanggapannya, Duta Besar Suriah Hussam Edin Aala membantah tuduhan dalam laporan tersebut. Menurut dia, tuduhan-tuduhan itu berdasar pada sumber-sumber palsu dan sumber-sumber yang terkait dengan organisasi teroris, seperti White Helmets, sebuah kelompok sukarela penyelamat penduduk sipil. [voa/lat]



#suriah #pertempuran
BERITA TERKAIT
Pesawat Ditembak Jatuh, Rusia Salahkan Israel
30 Ribu Orang ke Luar dari Idlib, Suriah
Di Suriah: Minum-minum di Tengah Suara Bom
(Klaim Amerika) Suriah Bersiap Gunakan Senjata Kimia ke Idlib
Pertumpahan Darah Ancam Idlib, Suriah
Idlib, Suriah Bakal Jadi Ladang Pembataian
Seorang Pastor Italia Diculik di Niger

ke atas