DUNIA

Rabu, 14 Maret 2018 | 16:48 WIB

Cina Saingi AS Pemasok Senjata ke Pakistan

Cina Saingi AS Pemasok Senjata ke Pakistan
Militer Pakistan (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Washington--Dari senapan sampai jet tempur dan kapal perang, Cina telah menjadi pemasok senjata utama ke Pakistan, Bangladesh dan Myanmar, menurut laporan terbaru lembaga kajian Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Laporan yang berjudul "Trends in International Arms Transfer, 2017" mencerminkan perubahan besar dalam situasi geopolitik Asia Selatan. Menurut laporan tersebut penjualan senjata AS ke Pakistan turun sebanyak 76 persen dalam lima tahun terakhir, demikian laporan yang dikutip dari VOA, Rabu (14/3).

Cina telah menjadi pemasok senjata terbesar bagi Pakistan, negara tetangga yang menjadi musuh bebuyutan India. Pasokan senjata dari Cina menyumbang 35 persen persenjataannya ke Pakistan pada 2013-2017.


Menurut laporan tersebut, AS, Rusia, Jerman, Perancis dan Cina saat ini mengekspor 74 persen senjata di seluruh dunia, yang menjadikan negara-negara tersebut pengimpor senjata terbesar di seluruh dunia.

Laporan itu mengatakan AS pernah menjadi eksportir senjata terbesar ke Pakistan. Namun ketegangan baru-baru ini antara kedua negara telah mempengaruhi penjualan senjata secara signifikan, terutama 2013-2017, ketika terjadi penurunan pengiriman besar senjata dari AS ke Pakistan.

Hubungan AS dan Pakistan memburuk setelah insiden November 2011, ketika 26 tentara Pakistan tewas dalam serangan NATO di dua pos pemeriksaan militer.

Pakistan membalas dengan menutup kedua perbatasannya ke Afghanistan, sehingga konvoi pasokan NATO tidak dapat lagi melewati Pakistan dalam perjalanan menuju negara tetangganya, Afghanistan. [voa/lat]
#cina #as #pasok #senjata #pakistan
BERITA TERKAIT
Di Tengah Ketegangan, Menhan AS ke Cina
Korsel Gembira Pemimpin Korut Kunjungi Cina
Selesai KTT, Kim Jong-un Kunjungi Cina Lagi
Media Cina Olok-olok Kebijakan Tarif Impor Trump
Palestina: AS Ingin Gulingkan Presiden Abbas
Peninjau Pemilu dari Eropa Ditangkap di Turki
Pilpres Turki, Erdogan Klaim Menang

ke atas