EKONOMI

Rabu, 14 Maret 2018 | 18:09 WIB

Tak Berizin, Kemendag Bekukan 2 Agen Properti Ini

Indra Hendriana
Tak Berizin, Kemendag Bekukan 2 Agen Properti Ini
(Foto: ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Bagi yang ingin membeli atau menjual rumah, biasanya meminta jasa perusahaan perantara (agen) properti. Tapi, hati-hati jangan sampai salah pilih agen properti tak berizin.

Kementerian Perdagangan menghentikan sementara kegiatan usaha sejumlah agenc properti, lantaran tidak punya Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

Dalam hal ini, pihak Direktorat Tertib Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kemendag melaksanakan inspeksi mendadak di kantor Agen Properti Chika Property di daerah Kelapa Gading; dan Agen Properti ERA Peak di Bukit Golf Mediterania Jakarta Utara, Rabu (14/3/2018).

"Pengawasan kegiatan perizinan ini dilakukan dalam rangka menciptakan iklim usaha yang kondusif dan menciptakan persaingan usaha yang setara bagi pelaku usaha," kata Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Veri mengungkapkan, tindakan tegas tersebut diambil setelah pihaknya melakukan pengawasan selama kurang lebih sebulan. Penghentian sementara kegiatan usaha setelah dilakukan pemantauan terlebih dahulu.

"Saat diinspeksi, pengusaha tidak mampu menunjukkan SIU-P4, padahal perusahaan tersebut melakukan kegiatan usaha perdagangan properti ," kata Veri.

Ketentuan mengenai kewajiban untuk memiliki Surat Izin Usaha Perantara Perantara Perdagangan Properti diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti.

Dalam aturan tersebut, setiap Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (P4) wajib memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4).

Bagi perusahaan yang disegel, mereka tidak diizinkan beroperasi selama belum memenuhi ketentuan kepemilikan perizinan. Apabila pelaku usaha tersebut tetap melanggar, dapat dipidana dengan ancaman hukuman penjara empat tahun atau denda sebesar Rp10 miliar. [ipe]
BERITA TERKAIT
(Mangkir Wajib Tanam Bawang Putih) Sinyal Kementan Beri Tindakan Tegas bagi Importir
Danareksa Ramal Pertumbuhan 2018 Maksimal 5,3%
PHE ONWJ Garap Lapangan Migas Anyar
Didemo Pengemudi, Ini Kata Petinggi Grab Indonesia
PHM dan Kaltim Sepakati PI 10% Blok Mahakam
BPJS Tekor, Jokowi Ngaku Teken Perpres Cukai Rokok
B20 Diuji Coba pada Kendaraan Tempur

ke atas