EKONOMI

Rabu, 14 Maret 2018 | 20:09 WIB

Negara Pasar Bikin Sulit Ekspor Minyak Sawit

Indra Hendriana
Negara Pasar Bikin Sulit Ekspor Minyak Sawit
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, ekspor sawit kelihatannya tak akan segemerlap tahun lalu. Beberapa negara pasar mulai menerapkan aturan ketat.

Tak sedang bercanda, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono memaparkan sejumlah tantangan bisnis sawit di tahun ini. Hal itu disampaikan Joko dalam Munas GAPKI ke-10 yang dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Misalnya, resolusi Parlemen Eropa yang menuduh Indonesia melakukan deforestasi bakal berlanjut dengan penerapan regulasi RED (Renewable Energy Directive) yang menolak biodiesel masuk pasar Eropa pada 2021.
Selain itu, pemberlakukan tarif anti dumping dari pemerintah Amerika Serikat (AS) juga bikin sulit. Walhasil, ekspor minyak sawit dan turunannya ke AS bakal merosot tajam.


Masih kata Joko, India yang merupakan importir terbesar minyak sawit, menaikkan tarif impor dua kali lipat dari 7,5% menjadi 15%. Sedangkan untuk olahan naik dari 15% menjadi 25%.
"Bahkan ada rencana untuk menaikkan lagi menjadi 44% dan 54%. Padahal, ekspor minyak sawit ke India pernah mencapai rekor tertinggi yakni sebesar 7,6 juta ton. dikhawatirkan ekspor kita juga turun tahun," kata pria yang hobi wayang kulit ini.

Lalu bagaimana dengan pasar China? Jawabannya sami mawon. Untuk menembus pasar negeri Tirai Bambu itu, masih ada beberapa kendala. Di mana, China menerapkan aturan ketat khususnya terkait food security yang sifatnya sepihak. Diduga untuk mendapatkan tambahan kemudahan bisnis di Indonesia.

Pakistan, kata Joko, konsumsinya meningkat pesat, mulai ada hambatan. Di mana, isu-isu kesehatan mulai bermunculan, menyerang sawit. Semisal, Punjabi Food Authority membatasi pemakaian vegetable ghee dengan alasan kesehatan. "Menurut pendapat kami lebih bernuansa perluasan PTA yang sudah diteken pada 2010 lalu," kata Joko.

Jadi, jangan harap ekspor minyak sawit tahun ini bisa semoncer tahun lalu. Di mana, ekspornya 31 juta ton senilai US$22,9 miliar. Angka ini yang tertinggi sepanjang sejarah kelapa sawit di tanah air. [ipe]
#GAPKI #MinyakSawit #GAPKI #PresidenJokowi
BERITA TERKAIT
Kendali Ekonomi Jokowi Yang Bikin Resah
Lebaran 2018, Minyak Mentah Sawit di Jambi Stabil
Uni Eropa Tetap Pasar Empuk Minyak Sawit Indonesia
Catat Ini, Utang Baru Bank Dunia untuk Kesehatan
AHY Kritik Tol Jokowi Lupakan Revolusi Mental
Pabrik CPO di Mukomuko Baru Buka 21 Juni
Tol Cipali Punya Jokowi? Ini Kata Eks Pemiliknya

ke atas