EKONOMI

Kamis, 15 Maret 2018 | 13:41 WIB

Menteri LHK: Jakarta Masih Kekurangan Hutan Kota

Indra Hendriana
Menteri LHK: Jakarta Masih Kekurangan Hutan Kota
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan Jakarta masih kekurarangan hutan kota.

Dengan jumlah penduduk di Ibu Kota saat ini tidak kurang dari 10,37 juta. "Banyak kota-kota besar di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, belum memiliki hutan kota yang memadai," kata Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam acara penanaman pohon dalam rangkaian Hari Bhakti Rimbawan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Menurut Siti, hutan kota merupakan salah satu bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sangat diperlukan oleh lingkungan perkotaan. Sesuai Peraturan Pemerintah No.63 tahun 2002 tentang hutan kota, sebuah kota seharusnya memiliki hutan kota paling sedikit 10% dari luas total wilayahnya.

Adapun fungsi hutan adalah untuk mengatur tata air, menyegarkan udara, menurunkan suhu mikro dan mengurangi kebisingan. Karena perannya yang cukup penting dalam menyangga kehidupan, hutan kota merupakan salah satu fasilitas publik yang wajib dimiliki setiap kota.

''Hutan tersebut tidak harus berada dalam satu lokasi. Bisa terpencar-pencar di setiap sudut kota. Syarat suatu kumpulan pepohonan bisa dijadikan hutan kota antara lain memiliki luas minimal 0,25 ha,'' ujar Menteri Siti.


Berdasarkan data pada tahun 2017 RTH DKI Jakarta hanya sebesar 9,98% dari total luas wilayah. Ini masih jauh dari kebutuhan ideal RTH kota sebesar 30%, yaitu 20% RTH publik dan 10% RTH privat, sebagaimana ketentuan Undang-Undang No.26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, sehingga dari sisi ketersediaan RTH publik masih terdapat kekurangan 10,2%.

Selain itu luas total hutan kota di Jakarta yang telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur mencapai 149,76 ha. Angka ini dinilai masih terlalu timpang bila dibandingkan dengan luas wilayah DKI Jakarta yakni 66.233 ha. "Bila dipersentasekan luasan tersebut hanya sekitar 0,23 persen," kata Siti.

Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk membiasakan tradisi menanam pohon. Ini menjadi contoh gaya hidup cinta tanam dan pelihara pohon, serta cinta lingkungan.

Para Rimbawan di jajaran Pemda DKI Jakarta, juga diminta untuk melakukan penanaman pohon pada aset KLHK. Tujuannya untuk menambah Ruang Terbuka Hijau dan mengurangi tingkat pencemaran udara, mencegah pemanasan global, dan menciptakan lingkungan hidup yang sehat. ''Dengan tanaman kayu dan buah yang kita tanam, insya Allah akan mengundang kehidupan fauna yang dapat menambah keindahan dan pesona kota Jakarta,'' kata Menteri Siti.

Penanaman pohon yang dilakukan di PIK dilakukan oleh perwakilan masing-masing 13 eselon I Kementerian LHK, perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta dan juga Perum Perhutani. [hid]
#LHK
BERITA TERKAIT
Perhutanan Sosial Berkualitas Perlu Pendampingan
KLHK Luncurkan Patroli Karhutla Terpadu di Kalteng
(Teluk Balikpapan) DPR & KLHK Sepakat Tuntaskan Kasus Tumpahan Minyak
KLHK Kejar Pemerataan Ekonomi Melalui TORA dan PS
Rehabilitasi Hutan, Warga Lubuk Kertang Sejahtera
Kebocoran Minyak di Balikpapan Melebihi Balongan
(Bocoran Minyak di Balikpapan) DPR Desak Polisi Ungkap Pemilik Kapal Ever Judger

ke atas