EKONOMI

Jumat, 16 Maret 2018 | 11:55 WIB

Paper Excellence Naikkan Tawaran Bagi Fibria

Wahid Ma'ruf
Paper Excellence Naikkan Tawaran Bagi Fibria
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Brazil - Paper Excellence BV yang berbasis di Belanda menaikkan tawaran untuk mengambil alih pulpmaker yang berbasis di Brasil, Fibria Celulose SA (FIBR3.SA).

Langkah tersebut untuk memenangkan persaingan tawaran dari Suzano Papel e Celulose SA. Demikian menurut orang yang mengetahui masalah ini mengatakan pada hari Kamis (15/3/2018) seperti mengutip reuters.

Paper Excellence menaikkan penawarannya pada hari Rabu (14/3/2018) untuk Fibria, pembuat pulp kayu ek terbesar di dunia, menjadi 71,50 reais per saham dari 67 reais, kata sumber tersebut, yang meminta anonimitas karena sensitivitas masalah tersebut.

Secara terpisah Suhendra Wiriadinata, Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas membantah Paper Excellence terafiliasi dengan Grup Sinar Mas yang berbasis di Indonesia. "Perlu kami informasikan bahwa Paper Excellence tidak ada hubungan kepemilikan dan hubungan manajemen dengan Asia Pulp & Paper (APP). Oleh karena itu, transaksi atau kegiatan apapun yang dilakukan oleh Paper Excellence, Asia Pulp & Paper tidak dapat memberikan keterangan dan penjelasan lebih lanjut," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (16/3/2018).

Sementara, pemegang saham pengendali Fibria, konglomerat industri Votorantim Participaes SA dan cabang investasi bank pembangunan BNDES, semua dikonfirmasi pekan ini karena telah menerima dua tawaran untuk bersaing Fibria.

Sumber dengan pengetahuan tentang masalah tersebut mengatakan bahwa sebuah keputusan mengenai tawaran sudah dekat dan dapat dicapai sebelum akhir pekan.

#PaperExcellence #SinarMasGroup
BERITA TERKAIT
Perkebunan Sawit Swasta Taat Aturan Bangun Plasma
Harga Anjlok, Kopi-Karet Tak Lagi Diminati BUMD
Kementan Kirim 14.000 Vaksin Rabies ke NTB
Program Bedah Pasar Jokowi Penting Karena Ini
Anak Buah Sri Mulyani Jamin THR Cair Bulan Mei
Jepang Bidik Kerja Sama Sawit & Pasarkan Pisang RI
Laporan Mafia Tanah Petani Jonggol Macet di KPK

ke atas