EKONOMI

Senin, 19 Maret 2018 | 15:09 WIB

Bintuni Lumbung Gas, Jerman Tertarik Pabrik Pupuk

Bintuni Lumbung Gas, Jerman Tertarik Pabrik Pupuk
Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Investor Jerman siap membangun pabrik petrokimia di Bintuni, Papua Barat. Dukungan dalam menggenjot struktur industri di tanah air.

"Pemerintah Indonesia sangat mendukung keinginan Jerman membangun pabrik petrokimia itu sekaligus untuk melaksanakan instruksi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke negara itu, sekaligus untuk pemerataan pembangunan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Keinginan itu disampaikan Sigit usai menjadi pembicara dalam presentasi penyelenggaraan pameran dagang internasional Achema 2018 pada 11-15 Juni 2018 di Frankfurt, Jerman.

Pameran yang digelar tiap tiga tahun sekali ini, merupakan yang terbesar di level industri proses. Diikuti lebih lebih dari 100 negara.

Dikatakan Sigit, dipilihnya Bintuni lantaran sejumlah faktor. Salah satunya, Bintuni memiliki cadangan gas yang melimpah yang saat ini dikelola British Petroleum (BP).

Bagi Indonesia, katanya, keberadaan pabrik petrokimia tersebut sangat penting mengingat sektor petrokimia memiliki peran penting di sektor industri dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Rencananya, proyek petrokimia di Teluk Bintuni ini bisa menghasilkan produk metanol sebesar 1,8 juta ton yang kemudian diturunkan menjadi polyethylene dan polyprophylane sekitar 400 ribu ton.

Dikatakan Achmad, bukan hanya berkeinginan membangun pabrik, Pemerintah Jerman selama ini juga telah membantu sejumlah pendidikan sekolah kejuruan kimia di Indonesia dalam upaya meningkatkan keahlian murid-muridnya. "Bentuk bantuan yang diberikan adalah lebih banyak teori dibanding praktik sehingga siswa bisa memiliki keterampilan yang baik," ujarnya.

Pameran penting Mengenai pameran Achema 2018, dia mengatakan pameran tersebut sangat penting bagi pengusaha Indonesia dalam upaya mencari referensi perkembangan industri proses di dunia yang kian berkembang. "Saya menilai pameran itu sebagai ajang penting bagi pengusaha nasional untuk mencari informasi terkini berbagai sektor industri seperti kimia, farmasi, tekstil dan pakaian jadi," ucapnya.

Ceo Dechema Ausstellungs GmbH Thomas Scheuring, mengatakan Indonesia sebagai negara berkembang dan memiliki sumber alam yang melimpah sangat berpeluang menjadi negara yang maju industrinya.

Pameran itu, katanya, dalam setiap penyelenggaraan selalu diikuti perusahaan dan pengunjung potensial selain sebagai ajang tukar pikiran serta informasi industri terkini. [tar]

#Industri #Pupuk #Investasi #Jerman #MenteriJonan
BERITA TERKAIT
Menkeu Rilis PMK Baru tentang Tax Holiday
(;Smelter;PemprovPapua;) Investasi Pariwisata dan Gaya Hidup di Arab Saudi
DPR Desak Freeport Selesaikan Urusan Lingkungan
Kerugian Lingkungan Batalkan Divestasi Freeport
Faisal Basri: Jangan Ragu Naikan Harga Premium
Perizinan Online Kementan Permudah Investasi
Bos Inalum Tuntut Freeport Selesaikan Lingkungan

ke atas