DUNIA

Kamis, 05 April 2018 | 08:49 WIB

CEO Facebook akan Bersaksi di Komite Kongres

CEO Facebook akan Bersaksi di Komite Kongres
Mark Zuckerberg (Foto: foxnews)

INILAHCOM, Washington--CEO Facebook Mark Zuckerberg akan memberi kesaksian di hadapan komite kongres tentang skandal privasi yang telah mengguncang perusahaan media sosial itu. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Kamis (5/4).

DPR dan Komite Energi dan Perdagangan Rabu (4/4) waktu setempat mengumumkan Zuckerberg akan memberi kesaksian pada 11 April tentang perusahaan konsultan Inggris Cambridge Analytica, yang memperoleh data puluhan juta pengguna Facebook yang dapat digunakan untuk mempengaruhi pemilih dalam pemilihan AS. Perusahaan itu digunakan oleh kampanye kepresidenan Donald Trump pada tahun 2016 dengan bayaran hampir $6 juta.

Ketua komite Greg Walden dan pejabat Demokrat Frank Pallone mengatakan sidang dengar keterangan itu berharap dapat "menjelaskan masalah privasi data konsumen yang penting dan membantu semua orang Amerika lebih memahami apa yang terjadi pada informasi pribadi mereka di Internet." Panel ini adalah yang pertama dari tiga komite kongres yang telah meminta Zuckerberg untuk bersaksi.

Kesaksian Zuckerberg ini akan dilakukan setelah pejabat senior Facebook gagal menjawab pertanyaan dalam pertemuan pribadi dengan staf kongres tentang bagaimana perusahaan itu dan pengembang perangkat lunak pihak ketiga menggunakan dan melindungi data konsumen.

Masih belum jelas apakah Kongres atau pemerintah akan mengambil tindakan terhadap Facebook, tetapi perusahaan ini memiliki posisi cukup kuat untuk melawan segala upaya untuk mengaturnya.

Raksasa media sosial ini memiliki kegiatan lobi yang besar untuk memajukan kepentingannya di Washington. Dokumen-dokumen yang diajukan ke DPR dan Senat menunjukkan bahwa Facebook menghabiskan lebih dari US$ 17 juta pada tahun 2017, sebagian besar untuk tim lobi internal yang terdiri dari mantan ajudan politik fraksi Republik dan Demokrat. Perusahaan ini melobi berbagai masalah, termasuk potensi perubahan untuk program pengintaian pemerintah dan masalah pajak perusahaan. [voa/lat]

#facebook #salah #cambridge
BERITA TERKAIT
Massa Bertopeng Serbu Stasiun Kereta di Hong Kong
Koalisi PM Abe Raih Mayoritas Pemilu Jepang
Situasi Kemanusiaan di Suriah Terus Memburuk
Pertikaian Tanker Inggris-Iran Semakin Panas
86 Muslim Bosnia Dibantai Serbia
Church Brew Works: Dari Gereja Jadi Pabrik Bir
Keluarga Australia: Pajak Melawan Tuhan

kembali ke atas