PASAR MODAL

Kamis, 12 April 2018 | 17:26 WIB

Kehati-hatian Investor Buat Saham Sydney Merah

Kehati-hatian Investor Buat Saham Sydney Merah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sydney - Pasar saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (12/4/2018), meskipun saham-saham material dan energi menguat, karena para investor berhati-hati menyusul ketegangan atas Suriah.

Pada penutupan perdagangan, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 13,20 poin atau 0,23 persen menjadi 5.815,50 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 14,40 poin atau 0,24 persen menjadi 5.911,40 poin.

Setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer di Suriah beberapa jam sebelum pasar Aussie dibuka, para investor menjadi lebih berhati-hati.

Sementara harga logam yang lebih kuat dan harga minyak yang mencapai tertinggi tiga tahun, terlihat mengangkat saham-saham pertambangan dan energi, namun keuntungannya diimbangi oleh kerugian di sektor keuangan dan industri.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia tertekan, dengan The Commonwealth Bank turun 0,75 persen, Westpac Bank melemah 0,62 persen, National Australia Bank merosot 0,45 persen dan ANZ berkurang 0,26 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi, dengan BHP naik 0,68 persen, Rio Tinto menguat 0,26 persen, Fortescue Metals turun 0,45 persen dan Newcrest Mining bertambah 1,51 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga terangkat, dengan Woodside Petroleum naik 0,13 persen, Santos tidak berubah 0,00 persen dan Oil Search menguat 1,34 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia merosot dengan Wesfarmers turun 0,53 persen dan Woolworth turun 0,52 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra naik 0,32 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas melemah 0,98 persen dan perusahaan biomedis CSL menguat 0,28 persen. [tar]

#BursaSaham #Australia #ASX
BERITA TERKAIT
Bursa Saham Eropa Cermati Negosiasi AS-China
AS Desak China Tanpa Devaluasi Nilai Yuan
IHSG di Awal Sesi I IHSG Tertekan 0,4% ke 6.507
Bursa Saham Asia Tertekan Data Ekonomi AS
Harga Emas Jatuh dari Rekor Tertinggi
Minyak Mentah Alami Aksi Ambil Untung
Inilah Saham Pilihan Hari Ini (22/2/2019)

ke atas