MOZAIK

Selasa, 17 April 2018 | 07:00 WIB

Lauhil Mahfudz, Tempat Alquran Asli Disimpan

Lauhil Mahfudz, Tempat Alquran Asli Disimpan
(Foto: Ilustrasi)

ALQURAN yang asli tidak ada di muka bumi, sebab yang asli adanya di Lauhil Mahfudz. Yang ada di muka bumi adalah hasil tulisan tangan manusia. Yaitu tulisan tangan para sahabat nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mulia. Tangan mereka lah yang telah menulis ayat-ayat Alquran pertama kali di muka bumi, berdasarkan dikte yang disampaikan oleh Rasulullah.

Sedangkan Alquran yang asli sudah ada jauh sebelum Allah menciptakan manusia dan alam semesta. Barulah ketika Allah Ta'ala mengangkat nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, sebagian demi sebagian ayat itu diturunkan. Itu pun tidak diturunkan secara urut, melainkan secara acak sesuai dengan kebutuhan yang ada saat itu.

Namun pada saat diturunkan, Jibril menjelaskan kepada Rasulullah bahwa potongan ayat yang baru dibawanya itu adalah urutan kesekian dari surat tertentu. Atau letaknya setelah ayat tertentu dan sebelum ayat tertentu.

Ketika Rasulullah menyampaikan kembali ayat-ayat yang turun kepada beliau, para sahabat lantas mencatatnya, baik di pelepah kurma, tulang, batu atau pun media lainnya. Selain itu Rasulullah juga punya seorang sektetaris pribadi yang secara khusus ditugaskan untuk mencatat setiap ayat yang turun. Seperti Zaid bin Tsabit dan lainnya.

Adapun tulisan tangan para sahabat Rasul itu kemudian mengalami standarisasi di zaman Khalifah Utsman bin Al-Affan. Tujuannya untuk menyamakan rasam (bentuk huruf dan tulisan), agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

Dan tulisan-tulisan lainnya setelah standarisasi itu dikumpulkan lalu dibakar. Sebab umat Islam sudah punya satu mushaf standar yang telah dikerjakan oleh tim profesional. Mushaf standar inilah yang kemudian digandakan dan dikirim ke pusat-pusat peradaban Islam.

Hingga hari ini, di musium Topkapi Istambul Turki, masih banyak peninggalan bersejarah sejak zaman nabi dan para sahabat. Namun nilainya hanya sekedar sejarah saja, tidak lagi menjadi dasar otentitas Alquran. Sebab kalau hanya untuk mendapatkan sumber keotentikannya, umat Islam telah memliki sebuah metode yang ilmiah dan sangat unik serta tidak pernah dimiliki oleh agama dan bangsa manapun. Yaitu metodologi periwayatan (sanad) yang ternyata sangat luar biasa.

Dengan adanya metodologi periwayatan sanad ini, otentifikasi sebuah naskah menjadi sangat valid. Karena bukan sekedar memastikan bahwa suatu naskah itu asli ditulis pada zaman apa, melainkan juga memastikan alur sampainya periwayatan itu sendiri. Benarkah sebuah naskah itu memang datang dari mulut Rasulullah, ataukah hanya karangan orang-orang di sekitarnya?

Kalau hanya dengan menggunakan studi naskah klasik (filologi), kita hanya mampu membuktikan bahwa naskah tertentu ditulis pada tahun berapa, sedangkan kepastian bahwa materi naskah itu betul-betul orisinal atau tidak, kita tidak bisa mengetahuinya.

Dan secara derajat periwayatan, ayat-ayat Alquran yang sampai kepada kita telah diriwayatkan dengan mutawatir, sehingga kepastian kesahihannya mutlak jauh melebihi umumnya rata-rata hadis yang sampai kepada kita. Wallahu a'lam bish-shawab. [Ahmad Sarwat, Lc]

#Alquran
BERITA TERKAIT
Pegang Teguh Iman Islam Dijamin Selamat & Bahagia
Silahkan Pilih, Ingin Pujian atau Celaan?
Ketika Laki-laki Sebatas Pencari Nafkah
Kisah Istri Pengumbar Masalah Keluarga
Gengsi (Waqahah)
Memetik Hikmah dari Setiap Kejadian
Cinta Khalifah yang Selalu Menjadikan Hati Resah

ke atas