DUNIA

Selasa, 17 April 2018 | 13:29 WIB

PM Shinzo Abe Diperkirakan Mundur Juni Nanti

Didi Prambadi
PM Shinzo Abe Diperkirakan Mundur Juni Nanti
(Foto: voa)
INILAHCOM, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diperkirakan akan mengundurkan diri pada bulan Juni mendatang, di tengah terpaan skandal jual-beli tanah yang menyangkut istrinya.

The Guardian mengabarkan Senin (16/4/2018), tanda-tandanya terlihat dari perolehan suara jajak pendapat yang terus merosot, sehingga mengancam posisi Partai Demokratik Liberal, LDP dalam pemilu tahun 2019. Sejak lama Shinzo Abe menjadi pusat perhatian karena melakukan praktik kronisme. Yakni, menjual tanah dengan harga miring pada salah satu perusahaan pengelola taman kanak-kanak ultra nasionalis Jepang. Perusahaan di Osaka ini dikenal punya hubungan dekat dengan Akie Abe, istri Shinzo Abe.

Meski orang nomor wahid Jepang itu selalu membantah, namun kementerian keuangan baru saja mengungkap sejumlah dokumen baru. Isinya, meminta agar nama Abe dan istrinya dihapus dari dokumen jual beli tanah yang mendapat potongan hingga 85% dari harga tanah yang berlaku dewasa ini.


Di samping itu, Shinzo Abe menggunakan pengaruhnya sebagai PM Jepang untuk membantu salah satu sahabatnya, untuk membuka sekolah kehewanan. Namun seorang pejabat lokal mengungkapkan bahwa sekolah khusus itu berdiri karena dipengaruhi perintah dari Kantor Perdana Menteri Jepang di Tokyo.

Juniciro Koizumi, seorang politikus kawakan LDP menjelaskan bahwa Abe membahayakan posisi partai berkuasa di Jepang itu. Apa dia tidak mau mundur saat sesi parlemen berakhir 20 Juni nanti? tanya Juniciro Koizumi yang pernah menjadi PM Jepang dari 2001-2006.

Sementara itu, survei yang digelar Nippon TV menunjukkan dukungan terhadap Abe tinggal 26,7%. Angka terendah sejak Abe menjabat Desember 2012. Sedangkan poll pendapat Harian Asahi Senin kemarin menunjukkan popularitas Abe tinggal 31%.

Sementara itu, Shigeru Ishiba, mantan menteri pertahanan Jepang merupakan calon terkuat pengganti Abe. Jajak pendapat Kantor berita Kyodo menunjukkan Ishiba meraih 26,6%, dan Shinjiro Koizumi - putra Juniciro - di tempat kedua dengan 25,2% dan ketiga diraih Shinzo Abe yang cuma 18,3%. Sabtu kemarin, sekitar 5 ribu pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen Jepang dan menuntut Shinzo Abe mundur.
#Jepang #Abe
BERITA TERKAIT
Jepang Dilanda Gelombang Panas Mematikan
Jepang Berlakukan UU Anti Rokok
Mata-mata di Cina, Warga Jepang Divonis 12 Tahun
Irak Diminta Umumkan Jumlah Fasilitas Penahanan
Kritikus Restoran Pemenang Pulitzer, Meninggal
Israel: Penyeberangan Komersil Gaza akan Dibuka
Wapres Afghanistan Lolos dari Bom Bunuh Diri

ke atas