PASAR MODAL

Selasa, 17 April 2018 | 14:46 WIB

PT Timah Alokasikan 35% Laba 2017 untuk Dividen

PT Timah Alokasikan 35% Laba 2017 untuk Dividen
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Timah Tbk selaku anggota holding BUMN industri pertambangan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2017 menetapkan untuk membagikan deviden Rp175,84 miliar atau 35 persen dari laba tahun lalu kepada pemegang saham.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, rapat juga memutuskan perubahan pengurus di dewan komisaris dimana Mochtar Husein digantikan oleh Rudy Suhendar.

PT Timah Tbk berhasil meningkatkan kinerja yang ditandai dengan peningkatan laba bersih akhir periode sebesar 99 persen dari tahun lalu menjadi Rp502 miliar.

"Strategi yang telah kami susun pada tahun sebelumnya telah dilaksanakan secara konsisten. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kinerja keuangan maupun kinerja operasi," kata Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Selama 2017, perseroan telah melakukan pembelanjaan modal (capital expenditure) sebesar Rp779,81 miliar, dimana dana tersebut dialokasikan untuk pembesaran kapasitas pada mesin dan instalasi, sarana pendukung produksi, rekondisi dan "replacement" serta pembangunan teknologi "fuming".

Belanja modal tersebut telah berhasil meningkatkan volume produksi bijih timah sebesar 29,26 persen dari 24,121 ton pada akhir 2016 menjadi 31,178 ton pada akhir 2017.

Selama 2017, terdapat beberapa kejadian penting terkait implementasi strategi perusahaan untuk mencapai visinya menjadi perusahaan pertambangan terkemuka di dunia yang ramah lingkungan antara lain pertama, penandatanganan kerjasama eksploitasi timah di Nigeria dengan Topwide Ventures Limited pada 7 Agustus 2017 sebagai implementasi strategi ekspansi internasional bisnis timah dan menambah potensi jumlah sumber daya dan cadangan.

Kemudian ada juga penandatanganan kerjasama strategis dengan Yunnan Tin Group pada 14 September 2017 sebagai implementasi strategi pengembangan dan pemasaran bisnis hilir timah. Lalu, ada penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap I sebesar Rp1,5 triliun pada 28 September 2017 sebagai implementasi strategi pembiayaan perusahaan yang efektif dan efisien.

Terakhir, PT Timah Tbk menjadi anggota Holding BUMN Industri Pertambangan pada tanggal 29 November 2017.

Industri Hilir Sejak 1998 Perseroan telah mengembangkan industri hilir logam timah melalui entitas anak yang dimiliki secara langsung yaitu PT Timah Industri dengah hasil produksi tin chemical dan tin solder. Sebagai bentuk implementasi strategi pengembangan bisnis hilir timah, perseroan menandatangani kerjasama strategis dengan Yunnan Tin Group selaku produsen timah terbesar dunia dalam memasarkan produk hilir. Upaya ini membuahkan hasil dimana penjualan tin chemical dan tin solder mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk optimalisasi nilai BUMN serta mendukung perekonomian dan kesejahteraan rakyat, perseroan bekerja sama dengan anggota Holding BUMN Industri Pertambangan maupun dengan BUMN lainnya. Sinergi yang dilakukan dengan anggota Holding BUMN Industri Pertambangan yaitu PT Bukit Asam Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk, Perseroan melakukan kerja sama untuk kegiatan eksplorasi dan pengadaan bahan baku.

Untuk kegiatan eksplorasi, perseroan melakukan kerjasama dengan PT Aneka Tambang Tbk terkait jasa pemboran darat untuk pengembangan tambang timah primer. Adapun dalam proses peleburan logam timah, perseroan bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk untuk pengadaan antrasit.

Sedangkan sinergi dengan BUMN lainnya, Perseroan bekerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk melakukan kerjasama layanan perbankan berupa pembayaran fasilitas bagi mitra Perusahaan dalam bentuk kartu tambang yang bertujuan untuk mempermudah pembayaran imbal jasa kepada mitra tambang perusahaan. Disamping itu Perseroan juga bekerja sama dengan Pertamina (Persero) dalam pengadaan bahan bakar HSD.

Kinerja Perseroan juga memberikan peningkatan kontribusi terhadap nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk kontribusi berupa pajak yang dibayarkan oleh Perseroan meningkat 120 persen yaitu sebesar Rp 409 miliar jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp185 miliar dan royalti naik sebesar 52 persen atau sebesar Rp263 miliar dari tahun sebelumya sebesar Rp173 miliar.

Berdasarkan data International Tin Association (ITA), pada 2017 konsumsi logam timah dunia meningkat sebesar 3,2 persen.

Dari data tersebut, penggunaan logam timah tidak hanya digunakan untuk elektronik dan tin plate saja, melainkan juga dikembangkan dalam pembuatan batere lithium, penggunaan komponen industri dan otomotif, PVC stabilizer yang lebih ramah lingkungan, dan lain sebagainya.

Seiring penggunaan timah yang terus berkembang tersebut, maka kebutuhan timah dunia pun diproyeksikan akan ikut meningkat sehingga industri pertimahan di tanah air dapat terus tumbuh dan berkembang. [tar]

#Timah #TINS #Dividen
BERITA TERKAIT
PT Bata Indonesia Bagi Dividen Rp11,3 Miliar
Buka Sesi I, IHSG 6 Poin di Angka Merah 6.164
CTRA Jamin Utang PT Sarananeka Rp1 T
PGN Minta SAKA Tingkatkan Produksi
Inilah Makna Aksi Jual di Bursa Global
IHSG Masih akan Hadapi Tekanan
Sepekan ke Depan, Mainkan Lima Saham

ke atas