EKONOMI

Rabu, 18 April 2018 | 17:30 WIB

DP Rumah Nol Rupiah, Apa Kabar Pemprov DKI?

Indra Hendriana
DP Rumah Nol Rupiah, Apa Kabar Pemprov DKI?
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta masih menyempurnakan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur kredit rumah tanpa uang muka alias DP (Down Payment) nol rupiah.

"Kita lagi sempurnakan DP nol rupiah," kata Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno usai pelantikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Yang dimaksud Sandi menyempurnakan Pergub DP nol rupiah, tak lain adalah penyelarasan dengan aturan lain, terutama Peraturan Bank Indonesia (PBI). Jangan sampai Pergub Rumah DP 0 Rupiah berlawanan dengan aturan bank sentral. "PBI harus kita ikutin karena itu sakral, prudent, dan ada kepastian. Agar kita tidak tumpang tindih," ujar Sandi.

Pihak BI selaku otoritas makroprudensial, pernah menyampaikan bahwa program KPR dengan DP nol Rupiah yang diusung Pemprov DKI Jakarta, bisa terlaksana sepanjang bank-bank yang diajak kerja sama menjalankan prinsip kehati-hatian.

Dalam pasal 17 PBI No.18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value (LTV) untuk kredit properti, Rasio Financing to Value untuk pembiayaan properti, dan uang muka untuk kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor, program pemerintah pusat atau daerah dikecualikan dari ketentuan LTV, dengan tetap memperhatikan aturan perundang-undangan yang berlaku, serta prinsip kehati-hatian.

Dengan demikian, program DP Nol persen yang diusung Pemprov DKI bisa dilakukan karena BI tidak mengatur soal ketentuan LTV-nya.

Saat ini, ketentuan rasio LTV kredit pemilikan rumah pertama ditetapkan 85%, sebelumnya 80% dari harga rumah. Dengan kata lain, uang muka kredit perumahan minimal 15% dari harga rumah (rumah pertama). [ipe]

#WagubDKI #DP0Rupiah #AniesSandi #KreditPerumahan
BERITA TERKAIT
Pelni Tak Akan Jual Lagi Tiket Non-Seat
ESDM Gandeng Univesitas Jepang Kembangkan PLT OTEC
(Dugaan Monopoli OVO) BPKN: Regulator Harus Turun Tangan
Pintu Tol di OKI Akan Ditambah
Enam Hari di Eropa, Kamil Jajaki Investasi Sampah
Era Digital, BMKG Tinggalkan Pensil dan Penghapus
Kecelakaan di Tol, Pertamina Patra Niaga Janji Ini

kembali ke atas