DUNIA

Jumat, 20 April 2018 | 05:32 WIB
(Pasca Pertemuan dengan Kim Jong-un)

Pompeo Jadi Perhatian Kebijakan Luar Negeri AS

Pompeo Jadi Perhatian Kebijakan Luar Negeri AS
Direktur CIA Mike Pompeo (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington--Perjalanan rahasia Direktur CIA Mike Pompeo ke Korea Utara menempatkannya kembali dalam sorotan sebagai utusan dekat dan terpercaya serta orang kepercayaan Presiden Donald Trump.

Tak hanya itu, Pompeo juga orang yang dipilih untuk memimpin persiapan pertemuan yang direncanakan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Presiden Trump menjelaskan bahwa dia benar-benar menginginkan Senat mengukuhkan Mike Pompeo menjadi Menteri Luar Negeri AS yang baru.

Dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Florida hari Rabu (18/4), dia mengatakan, "Saya kira Mike Pompeo akan menjadi salah seorang menteri luar negeri terbaik dan perlu diketahui, dia baru kembali dari Korea Utara."

Para senator dari kedua partai mengaku bahwa mereka tidak mengetahui sebelumnya tentang perjalanan bersejarah Pompeo ke Korea Utara atau pertemuannya dengan Kim Jong-un, tetapi sebagian besar mereka merasa gembira dengan terobosan itu.

Ketika berkomentar mengenai kunjungan itu, Senator Republik Cory Gardner dari Colorado mengatakan, "Begini, saya kira ini menunjukkan pentingnya nominasi Pompeo sebagai menteri luar negeri. Ada orang-orang yang ingin bermain politik dengan pencalonannya, tetapi kita dapat melihat bahwa ia sangat terlibat dalam salah satu pembicaraan tingkat tertinggi yang pernah dialami oleh negara kita dengan seorang diktator yang mengancam Amerika Serikat dengan senjata nuklir."

Sementara itu, mantan calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Senator Tim Kaine dari Virginia menyatakan pendapatnya. "Saya merasa berbesar hati mendengarnya. Saya pikir kita tidak boleh berharap terlalu banyak, tetapi saya kira dialog itu positif. Jadi, ketika saya mendengar itu, saya merasa senang."

Senator Republik Bob Corker dari Tennessee yang sering berbeda pandangan dengan Presiden Trump menyatakan, "Saya kira bahwa kebanyakan anggota Senat akan senang bahwa kami memiliki orang-orang profesional yang bertemu dengan para pejabat Korea Utara untuk mengatur pertemuan puncak ini."

Para pakar politik mengatakan hubungan dekat Pompeo dengan Trump membuatnya lebih efektif dalam peran itu.

Malcom Chalmer dari Royal United Services Institute, lembaga penelitian pertahanan dan keamanan Inggris menjelaskan, "Sejauh yang bisa kita lihat, dia adalah seseorang yang dipercaya oleh presiden, tidak seperti Menteri Luar Negeri sebelumnya, Rex Tillerson, dan oleh karena itu saya kira hal itu menunjukkan bahwa Amerika serius, dan bahwa Korea Utara juga serius dengan proses ini."

Meskipun jalan menuju konfirmasinya menjadi Menteri Luar Negeri AS tidak mulus, Mike Pompeo kemungkinan akan disetujui oleh Senat penuh minggu depan, dan tampaknya dia sudah siap untuk memainkan peran utama dalam drama berisiko tinggi diplomasi AS. [voa/lat]

#pompeo #calon #menlu #as
BERITA TERKAIT
Ormas Pro Trump Todongkan Senjata ke 300 Imigran
Prabowo-Sandi dan PKS Unggul di Arab Saudi
WHO: Bentrokan di Tripoli Tewaskan 220 Orang
Isu Nuklir Korut Bayangi Menhan Jepang ke AS
Wartawati Tewas Saat Kerusuhan di Irlandia Utara
Tiket Olimpiade 2020 Bisa Diperoleh Mulai 9 Mei
Lapor Pelecehan Seksual, Perempuan Dibakar Mati

kembali ke atas